Tarif Turun, Tingkat Okupansi Hotel di Bali Naik 12,2 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kolam renang Alia Ubud yang berada di Hotel Ubud, diatas perbukitan dan lembah Sayan yang berhias pemandangan indah dari hutan dan sungai Ayung. Kolam renang Alia Ubud, di daerah Ubud, Bali. holidaycheck.com

    Kolam renang Alia Ubud yang berada di Hotel Ubud, diatas perbukitan dan lembah Sayan yang berhias pemandangan indah dari hutan dan sungai Ayung. Kolam renang Alia Ubud, di daerah Ubud, Bali. holidaycheck.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan riset data perhotelan global, STR melansir tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Bali tumbuh dua digit per Maret 2016.

    Dalam laporan yang diterima Bisnis.com, Selasa (26 April 2016), tingkat okupansi hotel di Bali meningkat 12,2% menjadi 59,8%. Di sisi lain, tarif rata-rata harian atau average daily rate turun 7,1% menjadi Rp1,43 juta.

    "Berdasarkan analisis kami, pemilik hotel menerapkan tarif yang lebih rendah untuk menggenjot okupansi," tulis STR.

    STR mencatat, per kuartal I/2015, pemiik hotel mulai menaikkan tarif. Alhasil, okupansi justru melemah. Dengan menurunkan tarif, kinerja perhotelan di Bali justru mencatat peningkatan dari sisi pendapatan dari kamar yang tersedia atau revenue per available room (RevPAR).

    Tingkat RevPAR hotel di Bali naik 4,3% menjadi Rp856.800. Kinerja hotel di Bali secara umum juga lebih baik dibandingkan dengan kinerja hotel di kawasan Asia Pasifik.

    STR melansir, per Maret 2016 tingkat okupansi hotel di Asia Pasifik naik 1,7% menjadi 66,6%. Sementara itu, tarif rata-rata harian cenderung stagnan, turun 0,2% menjadi US$105,04. Adapun, RevPar mengaami kenaikan 1,5% menjadi US$69,93.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?