Emas Melonjak di Tengah Data Perumahan Amerika yang Buruk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi emas. ANTARA/Fanny Octavianus

    Ilustrasi emas. ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik tajam pada Selasa (Rabu pagi WIB, 20 April 2016), karena data "housing starts" (jumlah rumah baru yang dibangun) di AS lebih buruk dari perkiraan, memberikan dukungan terhadap emas.

    Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni melonjak 19,3 dolar AS, atau 1,56 persen, menjadi menetap di 1.254,30 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

    Logam mulia mendapat dukungan karena laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Selasa menunjukkan "housing starts" jatuh lebih buruk dari yang diperkirakan sebesar 8,8 persen ke tingkat tahunan 1,089 juta unit selama Maret.

    Para analis mencatat bahwa pelemahan dibagi antara dua komponen, tetapi juga mencatat penguatan di tingkat tahun-ke-tahun untuk mulai saat ini di 14,2 persen.

    Emas diberi dukungan lebih lanjut ketika indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, turun 0,49 persen menjadi 93,00 pada pukul 17.10 GMT.

    Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

    Para pedagang akan mengikuti secara cermat data yang akan keluar pekan ini untuk tanda-tanda bahwa The Fed mungkin menunda kenaikan suku bunga lebih jauh. Pada Selasa, investor percaya bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 persen ke 0,75 persen selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Juli.

    Menurut alat Fedwatch CMEGroup, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 persen ke 0,75 persen mencapai 20 persen pada pertemuan Juni 2016, dan 33 persen pada pertemuan Juli 2016.

    Namun emas terhambat dari kenaikan lebih lanjut karena Dow Jones Industrial Average naik 15 poin, atau 0,08 persen pada pukul 17.10 GMT.

    Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sementara itu, sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

    Perak untuk pengiriman Mei naik 71,9 sen, atau 4,42 persen, menjadi ditutup pada 16,972 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli bertambah 37,9 dolar AS, atau 3,88 persen, menjadi ditutup pada 1.015,70 dolar AS per ounce.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.