Rizal Ramli: Sistem Pendidikan Masih Bersifat Tak Terampil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja M. Hanif Dhakiri mendorong percepatan transformasi tenaga kerja Indonesia (TKI) menjadi tenaga profesional. Upaya ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja di dalam negeri seiring percepatan proyek pemerintah bidang pariwisata maupun infrastruktur.

    "TPI (tenaga profesional Indonesia) juga untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di luar negeri sehingga baik di dalam dan luar negeri TKI harus benar-benar menjadi TPI," ujar Menteri Tenaga Kerja saat konferensi pers bersama Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli di kantornya di Jakarta, Selasa. (19 April 2016).

    Menaker mengatakan percepatan transformasi itu memerlukan dukungan berbagai kalangan. "Kami berharap percepatan ini menjadi policy (kebijakan) secara keseluruhan, bukan hanya sektor tenaga kerja," ujar Menaker.

    Ia mengkhawatirkan banyaknya proyek pemerintah yang menyerap tenaga kerja tinggi tak diimbangi ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni.

    "Peningkatan kompetensi itu bukan saja sangat penting, tetapi juga harus kami garis bawahi bersama yaitu percepatan. Peningkatan kompetensi, kualitas SDM sudah pasti harus dilakukan," katanya.

    Menaker mengatakan pemerintah telah memiliki modal dasar untuk mentransformasi TKI menjadi TPI dengan adanya balai latihan kerja (BLK) yang sebagian besar berada di bawah Kemenaker, kerja sama dengan swasta dan negara lain.

    Sementara itu, Menko Maritim Rizal Ramli mengatakan usulan percepatan peningkatan kualitas tenaga kerja itu sudah dilaporkan ke Presiden Jokowi dan akan dibahas dalam rapat kabinet.

    Rizal menambahkan transformasi pendidikan yang selama ini bersifat tidak terampil menjadi tenaga profesional bertujuan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Selama ini, kata dia, sistem pendidikan Indonesia terlalu fokus pada pendidikan umum, bukan kejuruan. Sistem pendidikan Indonesia, kata dia, terlalu berkiblat kepada Inggris dan AS.

    "Sementara kami terlalu jor-joran menyediakan pendidikan umum. Kebanyakan lulusannya berpengetahuan luas, tapi tidak memiliki skill yang memadai. Kita ingin transformasi TKI dari sifatnya umum, unskilled menjadi tenaga profesional Indonesia," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?