Pertamina Usulkan Harga BBM Turun Rp 200-400

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di samping petunjuk harga BBM di SPBU kawasan Ratulangi, Makassar, 5 Januari 2016. Harga Solar turun Rp 800 menjadi Rp5.950 per liter dari Rp6.700 per liter. TEMPO/Iqbal Lubis

    Warga melintas di samping petunjuk harga BBM di SPBU kawasan Ratulangi, Makassar, 5 Januari 2016. Harga Solar turun Rp 800 menjadi Rp5.950 per liter dari Rp6.700 per liter. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.COJakarta - Menjelang penurunan harga bahan bakar minyak pada April nanti, PT Pertamina (Persero) mengatakan telah memberi usul besaran penurunan harga. 

    Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan, untuk usul dari Pertamina, harga BBM diturunkan sebesar Rp 200-400.

    "Usul kami sendiri, Pertamina pinginnya (BBM turun) Rp 200-400. Kami survei masyarakat turun segitu sudah seneng kok," kata Bambang saat ditemui di Hotel Royal Kuningan, Selasa, 29 Maret 2016.

    Menurut perhitungan Bambang, dengan penurunan sebesar itu, Pertamina masih akan mendapatkan keuntungan pada periode April dan Juni. Namun ia enggan merinci keuntungan yang didapat. "Profitnya, ada. Dibanding opportunity lost kemarin sudah nutup," ujarnya.

    Langkah ini, menurut Bambang, juga bertujuan agar harga BBM tidak akan melonjak terlalu jauh pada periode tiga bulan mendatang, yaitu pada Juli. 

    Ia memprediksi harga crude akan naik pada bulan itu. Ditambah prediksi akan semakin menguatnya nilai dolar Amerika Serikat beberapa bulan ke depan. Harga BBM akan sangat dipengaruhi harga crude dan pergerakan dolar AS.

    Lewat langkah ini, Bambang menambahkan, harga BBM akan stabil ketika harga crude dan dolar naik pada Juli mendatang, saat masyarakat Indonesia menjalani liburan panjang. "Masyarakat saat puasa, Lebaran, dan liburan sekolah jangan ditambahin beban lagi," tuturnya.

    Pemerintah berencana menurunkan harga BBM untuk 1 April-30 Juni. 

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.