Harga BBM Turun, Harga LPG Stabil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mendistribusikan tabung gas elpiji 3 kg yang telah diisi ulang di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, 9 Maret 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja mendistribusikan tabung gas elpiji 3 kg yang telah diisi ulang di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta, 9 Maret 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.COJakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan harga LPG ada kemungkinan tidak akan berubah walaupun harga CP Aramco, yang menjadi patokan harga LPG, mengalami penurunan. Dia pun berujar keputusan soal harga LPG akan diumumkan dalam waktu dekat.

    "Kemungkinan tidak ada penurunan dan kenaikan harga LPG. Harga akan stabil. Itu akan kami putuskan dalam waktu dekat," ujar Sudirman seusai rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 24 Maret 2016.

    Menurut Sudirman, walaupun harga CP Aramco turun, pemerintah berencana memperbaiki margin harga antara para pengecer dan harga dari Pertamina. 

    "Sekarang kesempatannya. Dari 2007, gap antara harga keekonomian dan LPG besar sekali. Kami ingin perbaiki margin dari distributor supaya lebih sehat," katanya.

    Berbeda dengan harga LPG, pada 1 April mendatang, pemerintah akan menurunkan harga bahan bakar minyak. Harga tersebut, menurut dia, akan berlaku untuk periode 1 April-30 Juni. "Turunnya berapa, mungkin dalam 1-2 hari ini kami bisa timbulkan angkanya. Tapi turunnya cukup signifikan, mendekati harga keekonomian," tuturnya.

    Namun, Sudirman berujar, formula harga yang akan diputuskan tidak akan mentok pada harga keekonomian. Hal itu, menurut dia, ditujukan agar menjelang Idul Fitri tidak terjadi kenaikan harga yang terlalu signifikan. "Perlu ada simpanan untuk jaga-jaga kalau Juli naik sehingga masyarakat tidak terbebani kenaikan yang terlalu tajam," ujarnya.

    Pada 21 Maret lalu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral I.G.N. Wiratmaja Puja mengatakan penurunan harga BBM akan lebih dari Rp 200. Sedangkan Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Alam Kementerian Koordinator Perekonomian Montty mengatakan penurunan itu akan mendekati Rp 6.000.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.