India Jajaki Investasi Pabrik Gula di RI Senilai US$ 100 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gula pasir. ANTARA/Adhitya Hendra

    Ilustrasi gula pasir. ANTARA/Adhitya Hendra

    TEMPO.COJakarta - Produsen gula asal India, Shivshakti Sugars Limited, menjajaki investasi pembangunan pabrik gula di Indonesia dengan nilai US$ 80-100 juta.

    "Mereka ingin membangun pabrik gula. Setelah bertemu Menteri Perindustrian Saleh Husin, kami akan ke Kementerian Pertanian untuk membicarakan soal lahan," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman di Jakarta, Rabu, 23 Maret 2016.

    Adhi menyampaikan, investor asal India tersebut bersedia membangun pabrik gula di lahan yang memang tersedia di seluruh kawasan Indonesia, termasuk jika harus ke Papua. Menurut Adhi, Shivshakti Sugars akan menggandeng mitra lokal yang juga anggota Gapmmi, dengan komposisi kepemilikan yang tetap lebih besar dibanding perusahaan lokal.

    Kendati belum disampaikan perusahaan lokal yang akan bergabung, Adhi memaparkan, pabrik tersebut akan memiliki kapasitas produksi hingga 10.000 ton cane per day (tcd). Adapun pabrik yang akan menggunakan tebu petani lokal tersebut akan memproduksi raw sugar (bahan baku gula rafinasi), gula kristal putih (GKP), dan gula kristal rafinasi (GKR), yang akan memenuhi kebutuhan dalam negeri.

    Pada kesempatan itu, Adhi menyampaikan pelaku usaha dalam negeri menyambut baik rencana pembangunan pabrik gula tersebut. Sebab, langkah itu bisa mengurangi ketergantungan impor bahan baku gula rafinasi untuk industri.

    "Kita tahu kita tidak bisa seterusnya bergantung pada impor gula rafinasi, jadi kami menyambut baik," ujar Adhi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.