Rupiah Menguat, Menteri Lembong: Jangan Patah Semangat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong melantik empat pejabat eselon I di kantornya, Selasa malam, 8 Maret 2016. Keempat pejabat yang menduduki posisi baru tersebut merupakan wajah-wajah lama di lingkungan Kementerian Perdagangan.

    Dalam sambutannya, Lembong meminta anak buahnya itu untuk terus mewaspadai perkembangan situasi ekonomi global. "Saya minta semuanya agar tidak lengah. Menghadapi situasi ekonomi global dan nasional seperti sekarang ini, kita jangan sampai lengah," tegas Thomas Lembong dalam sambutan pelantikan pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Perdagangan, dalam siaran persnya, Kamis, 10 Maret 2016.

    Situasi ekonomi nasional, menurut Lembong, sangat dipengaruhi dinamika ekonomi global. Neraca perdagangan menjadi indikator pertumbuhan ekonomi nasional harus terus dijaga.

    Kondisi nilai tukar rupiah yang kini terus menguat dan stabil, dikatakan Lembong, tetap harus mendapatkan perhatian serius. "Kita harus makin kerja keras. Kita jangan patah semangat," ujar Mendag.

    Salah satu pejabat eselon I yang dilantik pada Selasa lalu adalah Srie Agustina. Ia dilantik sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan. Sebelumnya, wanita asal Palembang ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri. Srie dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23/TPA Tahun 2016 tanggal 4 Maret 2016.

    Selain itu, Iman Pambagyo dilantik sebagai Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional. Sebelumnya ia menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Diplomasi Perdagangan dan mantan Dubes WTO. Ia dilantik berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23/TPA Tahun 2016 tanggal 4 Maret 2016.

    Pejabat ketiga adalah Bachrul Chairi yang dilantik sebagai Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Sebelumnya ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional. Ia dilantik berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 23/TPA Tahun 2016 tanggal 4 Maret 2016.

    Terakhir, Sutriono Edi dilantik sebagai Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Ia dilantik berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 27/TPA Tahun 2015 tanggal 17 Desember 2015.

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.