Picu Ekspor, Kementerian Kelautan Dorong Sister City

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Kelautan dan Perikanan

    Kementerian Kelautan dan Perikanan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mendorong daerah-daerah yang berada di pulau perbatasan untuk menjalin kerja sama antarkota melalui sister city. Kerja sama langsung antarkota atau negara dinilai bakal efektif menekn biaya perdagangan antarwilayah.

    "Tidak cuma Jakarta, Surabaya saja. Kami ingin ada sentra ekspor baru," kata Sjarief di tengah rapat koordinasi pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu, di Jakarta, Selasa, 8 Maret 2016.

    Sjarief mencontohkan, salah satu kerja sama perdagangan seperti ekspor yang sedang dibangun adalah Pulau Saumlaki, Maluku Tenggara Barat dengan Darwin, Australia. Kerja sama untuk menekan biaya distribusi ini di antaranya sangat memungkinkan karena jarak tempuh ke dua kota tak terlalu jauh.

    Menurut Sjarief, waktu tempuh dari Saumlaki ke Darwin dengan pesawat, misalnya, hanya memakan waktu 45 menit. "Bila dibandingkan jika barang dibawa ke Jakarta dulu, bisa sekitar 6 jam penerbangan (dari Darwin), akan menimbulkan disparitas harga yang tinggi," ucapnya.

    Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 305 miliar untuk penanaman investasi di lokasi pulau kecil terluar dan kawasan perbatasan. Sebanyak 15 lokasi pulau terpilih yang menjadi sentra bisnis kelautan di antaranya Pulau Simeulue, Natuna, Mentawai, Nunukan. Lalu ada Pulau Tahuna, Biak Numfor, Saumlaki, Tual, Timika, dan Morotai. Dana ratusan miliar itu bakal diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta Dana Alokasi Khusus.

    Wakil Bupati Kabupaten Simeulue Hazrul Edyar berencana memperpanjang runway pesawat dari saat ini sepanjang 1.400 meter menjadi 2.000 meter. Ia berharap dengan perpanjangan itu bisa menarik investor lebih banyak. "Kalau kecil tidak ekonomis. Investor lebih safe memakai armada yang agak besar," katanya.

    Sejauh ini beberapa negara yang sudah bekerja sama dengan Simeulue untuk mengekspor hasil laut berupa ikan adalah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Ke depan, pemerintah kabupaten akan menjalin komunikasi dengan Cina untuk kerja sama ekspor lobster, teripang, kerapu, dan gurita. Gurita diminati karena bisa dimanfaatkan untuk pengobatan serta kosmetika.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.