Hadapi MEA, Projo: Kami Dukung Penuh Super Holding BUMN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Ormas Projo Budi Arie Setiadi mendukung penuh gagasan pembentukan super holding badan usaha milik negara (BUMN). Menurut dia, pembentukan holding BUMN adalah jawaban atas tuntutan persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah tidak bisa dihindari.

    "BUMN kita harus kokoh, efisien, kompetitif, inovatif, dan mampu menggerakkan ekonomi dan pembangunan bangsa," kata Budi dalam keterangan rilisnya, Rabu, 2 Maret 2016.

    Dia menjelaskan, masyarakat Indonesia harus bergerak maju karena dunia sudah berubah begitu cepat. "Kalau kita tidak segera berbenah, akan banyak BUMN kita yang tergilas. Pasar tidak punya air mata," ujar Budi.

    Budi menanggapi rencana pembentukan super holding BUMN yang tengah dibahas pemerintah. Menteri BUMN Rini M. Soemarno telah menyampaikan usulan itu dalam rapat kabinet. Presiden Joko Widodo pun mendukung ide ini.

    BacaPresiden: Dibentuk Holding agar BUMN Sekuat Temasek

    Budi menilai, beberapa negara yang menerapkan super holding untuk BUMN terbukti mampu memiliki daya saing dan prospek yang bagus. Ia mencontohkan beberapa negara, seperti Cina yang memiliki China Investment Corporation (CIC), Singapore memiliki Temasek, dan Malaysia mempunyai Khazanah. Itu pun belum termasuk negara-negara Timur Tengah, seperti Qatar dan UEA.

    "Jadi pengelolaan BUMN yang profesional mampu menjadi lokomotif perekonomian sebuah negara di kancah global, " tutur Budi.

    BacaSoal Holding BUMN, Menteri Rini Yakin Didukung Penuh Jokowi 

    Meski begitu, Budi berharap Indonesia tetap berpegang pada konstitusi dasar. Menurut dia, BUMN yang selama ini bertugas melayani dan menyejahterakan rakyat sebaiknya dibuat Badan Layanan Umum.

    Sedangkan untuk sektor-sektor yang sudah free market, seperti industri keuangan, harus dibuat lebih profesional dan inovatif. "Campur tangan politik dalam pengelolaan BUMN harus hilangkan," kata Budi.

    Budi berharap, dalam era kompetisi global, Indonesia bisa menjadi bangsa yang kreatif , cerdas, dan inovatif. Sebab, hanya bangsa seperti itu yang bisa bertahan. Budi optimistis dan mendukung penuh kebijakan Presiden Jokowi dalam mengelola BUMN. "Bangsa ini bangsa besar dan bangsa yang siap bertarung," tutur Budi.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.