Harga Minyak Jeblok, Ini Reaksi Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jerigen minyak diangkut dengan becak untuk membeli solar saat antre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Diesel Nelayan (SPDN) di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, 5 Agustus 2014. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) batasi pemakaian solar bersubsidi. TEMPO/Dasril Roszandi

    Jerigen minyak diangkut dengan becak untuk membeli solar saat antre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Diesel Nelayan (SPDN) di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, 5 Agustus 2014. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) batasi pemakaian solar bersubsidi. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah meminta agar badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki fokus di sektor minyak dan gas bumi untuk membangun stok cadangan. Presiden Joko Widodo mengatakan BUMN harus memanfaatkan momentum rendahnya harga minyak mentah di pasar global.

    "Untuk itu, saya minta BUMN dalam hal ini Pertamina untuk membangun stok. Mau stok itu di dalam negeri atau di luar negeri terserah. Tapi situasi ini harus dimanfaatkan," katanya dalam sambutan Penandatanganan Kontrak Kegiatan Strategis Tahun Anggaran 2016 Kementerian ESDM, Senin (29 Februari 2016).

    Menurut dia, BUMN, termasuk PT Pertamina (Persero), dan Kementerian ESDM harus memikirkan bagaimana membuat stok minyak sebanyak-sebanyaknya.

    Pasalnya, ia berujar, rendahnya harga minyak mentah di pasar global merupakan momentum yang bagus untuk melakukan pembelian sehingga ketika harga normal atau menyentuh level US$ 100 per barel, Indonesia memiliki banyak stok. "Bisnis harus dirancang dengan baik. Jangan sampai berpikiran harga semurah ini tidak ada yang beli," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.