Banjir Riau, 3 Bulan ke Depan Kampar Terancam Krisis Pangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas TAGANA Riau menyusuri kawasan permukiman penduduk yang terendam banjir di Desa Buluhcina, Kampar, Riau, 19 Januari 2016. ANTARA FOTO

    Sejumlah petugas TAGANA Riau menyusuri kawasan permukiman penduduk yang terendam banjir di Desa Buluhcina, Kampar, Riau, 19 Januari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Musibah banjir di Riau menyebabkan Kabupaten Kampar terancam krisis pangan hingga tiga bulan ke depan. Santoso, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar mengatakan, empat desa di Kecamatan Kampar Kiri hilir terancam krisis pangan, yaitu Lubuk Bigau, Tanjung Permai, Pangkalan  Kuras dan Kebun Tinggi. 

    "Jalan menuju empat desa itu sulit ditempuh. Masyarakat setempat yang didominasi oleh petani karet sulit untuk menjual hasil panennya. Sekitar 3.000 penduduk menghuni 4 desa itu," katanya, Senin 15 Februari 2016.

    Tim BPBD juga sulit menyalurkan bantuan. Sementara itu, stok logistik untuk korban banjir juga mulai menipis. Pemerintah masih berupaya agar penyaluran bantuan berjalan dengan lancar. 

    Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta bupati setempat harus tanggap menyalurkan bantuan untuk korban banjir. Khofifah menginstruksikan bupati menyalurkan 100 ton cadangan beras agar tidak terjadi krisis pangan. 

    "Jika 100 ton tidak mencukupi, bupati bisa mengajukan ke gubernur untuk penyaluran 200 ton beras cadangan. Jika membutuhkan di atas 200 ton, bupati bisa mengajukan ke Kementerian Sosial," kata Khofifah saat meninjau banjir di Desa Kualu, Kampar, akhir pekan lalu.

    Kementerian Sosial memberi bantuan korban banjir berupa satu unit mobil dapur lapangan, satu unit sepeda motor trail, seribu paket pakaian baru. Kampar telah menerima bantuan 9 ton beras dan bahan makanan yang disalurkan di setiap posko.

    Jumlah korban banjir Riau dan rumah yang tenggelam bertambah karena tingginya curah hujan. BPBD Riau mencatat 150.000 orang dievakuasi dan 35.678 rumah di Kabupaten Kampar, Rokan Hulu dan Kuantan Singingi terendam banjir.

    Angka ini bertambah dari satu hari sebelumnya yang hanya 26.614 rumah dan 130.000 korban. "Banjir meluas karena curah hujan masih tinggi di wilayah hulu sungai atau di bagian Sumatra Barat," kata Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger.

    Pemprov Riau telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Banjir untuk meminta bantuan pemerintah pusat, mengingat bantuan logistik untuk korban banjir mulai menipis.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.