Uni Eropa Kucurkan 150 M untuk Usahawan Enam Provinsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengerajin membuat anyaman lampu dari rotan pada Pameran Interior dan Craft 2015 di JCC, Jakarta, 11 Juni 2015. Indonesia perlu penanganan khusus dalam meningkatkan kesiapan wirausaha UMKM untuk menghadapi MEA 2015. Tempo/Tony Hartawan

    Pengerajin membuat anyaman lampu dari rotan pada Pameran Interior dan Craft 2015 di JCC, Jakarta, 11 Juni 2015. Indonesia perlu penanganan khusus dalam meningkatkan kesiapan wirausaha UMKM untuk menghadapi MEA 2015. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Uni Eropa mengucurkan dana sebesar 10 juta euro atau setara Rp150 miliar untuk membantu para pelaku usaha di enam provinsi.

    Keenam provinsi tersebut yaitu Maluku, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Barat, kata Manajer Program Delegasi Uni Eropa Untuk Indonesia dan Brunei Darusalam Nur Isravivani di Ambon, Jumat, 12 Februari 2016.

    "Anggaran ini disediakan untuk membantu pemberdayaan para pelaku usaha dari enam provinsi tersebut. Bantuannya berupa modal usaha," katanya.

    Nur Isravivani yang berada di Ambon dalam rangka menghadiri lokarya pengembangan ekonomi dan iklim investasi serta konferensi peluang investasi dan perdagangan di Maluku, mengatakan program bantuan tersebut mulai dilaksanakan sejak 2014 hingga 2020.

    Pengelolaan dan penyaluran bantuan tersebut ditangani langsung oleh Regional Economic Development Institute (REDI) Universitas Trunojoyo Jawa Timur (Jatim) melalui program Centre for Investment and Trade Advisory (CITRA).

    "Para pelaku usaha di enam provinsi yang ingin memperoleh bantuan modal usaha dapat memasukkan proposal melalui REDI untuk diseleksi. Dana ini juga dapat dimanfaatkan oleh LSM dan lembaga nonpemerintah," katanya.

    Dia menandaskan CITRA merupakan program inisiatif Uni Eropa untuk mendukung aksi-aksi inovatif berskala kecil dari para pelaku non pemerintah dengan bertujuan memperkuat kapasitas lembaga otoritas daerah.

    "Karena itu kami berharap para pelaku usaha di Maluku maupun lembaga nonpemerintah dapat memanfaatkan dana bantuan yang disediakan Uni Eropa tersebut guna membangun jejaring antarpelaku usaha lokal, nasional dan asing dalam mempromosikan iklim investasi dan perdagangan lebih baik untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia Timur," katanya.

    Selain itu, program tersebut juga bertujuan untuk memperkuat Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Maluku melaksanakan fungsinya sebagai penyedia informasi investasi dan perdagangan, serta meningkatkan kapasitasnya untuk terlibat dalam advokasi dan pembuatan kebijakan ekonomi lokal di sektor perdagangan dan investasi.

    Nur Isravivani menambahkan berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat pada 2014 Uni Eropa tercatat sebagai negara penyalur bantuan terbesar kedua di Indonesia dengan nilai investasi 3,8 miliar dola AS.

    Dalam bidang kerja sama pembangunan Uni Eropa menjadi salah satu mitra penting Indonesia dengan berbagai program hibah diantaranya di bidang pendidikan, perdagangan dan investasi.

    Kerja sama Uni Eropa tidak hanya untuk program bantuan teknis dengan Kementrian atau lembaga-lembaga pemerintah di tingkat pusat dan daerah, tetapi juga program inisiatif skala kecil yang digagas oleh organisasi masyarakat madani seperti perguruan tinggi, lembaga penelitian, LSM serta organisasi buruh.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.