Jokowi: KEIN Berfokus pada Industrialisasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pres terkait proses sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI di Istana Negara, Jakarta, 15 Desember 2015. Jokowi menyampaikan jika dirinya terus mengikuti sidang etik Ketua DPR Setya Novanto di MKD. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pres terkait proses sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI di Istana Negara, Jakarta, 15 Desember 2015. Jokowi menyampaikan jika dirinya terus mengikuti sidang etik Ketua DPR Setya Novanto di MKD. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan Komite Ekonomi dan Industri Nasional nantinya berfokus pada industrialisasi untuk jangka pendek, menengah, dan panjang. “Ini heavy-nya lebih pada industrialisasi,” ujar Jokowi setelah bertemu semua pengurus KEIN yang baru dilantik di Istana Merdeka, Rabu, 20 Januari 2016. 

    Jokowi menyebutkan proses hilirisasi itulah yang mendorong pertumbuhan ekonomi. “Fokus pada industrialisasi, hilirisasi," kata Jokowi. Pernyataan ini disampaikan setelah Jokowi melantik semua pengurus KEIN untuk periode 2016-2019.

    Jokowi berharap KEIN pada masa mendatang memberikan perencanaan yang lebih detail mengenai peta jalan ekonomi dan industri Indonesia, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang. "Saya minta detail untuk 50-100 tahun," tuturnya. 

    Menurut Jokowi, perencanaan ini akan menjadi panduan sehingga orientasi dan arah ekonomi Indonesia semakin jelas. Presiden mencontohkan, perencanaan jangka pendek yang diminta terkait dengan lapangan pekerjaan karena tenaga kerja Indonesia sudah bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN.

    Dalam jangka panjang, Jokowi berharap KEIN dapat membangun industri Tanah Air menjadi industri yang berfokus pada pengembangan nilai tambah dari bahan baku. Ia berharap KEIN dapat membuat pelaku industri tidak lagi bergantung dan tidak lagi mengutamakan ekspor komoditas mentah. 

    Jokowi berharap nantinya tidak lagi ada ekspor barang tidak jadi atau setengah jadi. “Targetnya memang industrialisasi, hilirisasi ekspor barang setengah jadi atau barang jadi," ucapnya.

    Presiden mengatakan rekomendasi yang dibuat KEIN akan terlebih dulu disampaikan kepada menteri teknis atau menteri koordinator. Rekomendasi final baru akan diserahkan langsung kepada Presiden.

    Ketua KEIN yang baru dilantik, Soetrisno Bachir, mengatakan perbedaan lembaganya saat ini dengan KEN pada era pemerintah sebelumnya adalah lebih berfokus mendorong Indonesia agar menjadi negara industri. "KEIN dulu lebih makro. Sekarang ini berfokus menjadi negara industri, seperti Jepang, Korea, Taiwan, dan Cina. Kita akan menuju ke sana," katanya.

    Pagi tadi, Presiden Jokowi melantik pengurus KEIN yang baru. Soetrisno Bachir dipilih menjadi ketua, sementara Arif Budimanta dipilih menjadi wakil ketua dan jabatan sekretaris dipegang pengusaha Putri Wardani. Sebanyak 17 anggota KEIN yang dilantik antara lain ekonom Hendri Saparini; pengusaha dari Apindo, Hariyadi Sukamdani; bekas Direktur Astra, Johnny Darmawan; pengusaha Benny Soetrisno; pengusaha industri kelapa sawit, Fadhil Hasan; dan Benny Pasaribu.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.