Hindari Masalah, Mensos: Jadi TKI Harus Punya Ketrampilan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barisan sejumlah calon Tenaga Kerja Indonesia ilegal yang terjaring di bandara di kumpulkan di Mapolda Jawa Timur, 28 Juli 2015. Sebanyak 85 calon TKI dan 56 paspor diamankan saat para calon TKI berada di Bandara Internasional Juanda. FULLY SYAFI

    Barisan sejumlah calon Tenaga Kerja Indonesia ilegal yang terjaring di bandara di kumpulkan di Mapolda Jawa Timur, 28 Juli 2015. Sebanyak 85 calon TKI dan 56 paspor diamankan saat para calon TKI berada di Bandara Internasional Juanda. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menyatakan masyarakat jangan mau menjadi TKI jika tidak memiliki ketrampilan karena dapat menimbulkan permasalahan.

    "Kalau tidak punya skill jangan jadi TKI di luar negeri. Karena, kemungkinan jadi masalah," kata Khofifah Indar Parawansa, di Rumah Penampungan Trauma Center (RPTC) Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat (15 Januari 2016).

    Dia menjelaskan permasalahan yang disebabkan TKI yang bekerja di luar negeri tidak memiliki ketrampilan cukup tinggi. Salah satunya, permasalahan TKI yang bekerja di Malaysia, negara yang bertetangga dengan Kepri.

    Seharusnya, kata dia TKI dipersiapkan terlebih dahulu sebelum diberangkatkan untuk bekerja di sektor formal sehingga tidak menimbulkan permasalahan saat bekerja.

    Untuk mengurangi permasalahan TKI di luar negeri tersebut, Kemensos akan melakukan pengawalan melalui jasa perekrutan TKI sampai ke pedesaan.

    "Hal ini mengingat, masih banyak jasa penyaluran TKI yang masuk ke pedesaan dengan meniupkan angin surga berupa iming-iming tawaran gaji besar dan kesejahteraan yang lebih baik, tanpa memperhatikan skill para pekerja yang direkrut," ujarnya.

    Menurut data di Kemensos pada tahun ini, TKI Bermasalah yang pada 2016 masuk dalam WNI Migran Korban Perdagangan, masih didominasi masyarakat Jawa Timur, dilanjutkan dengan warga Nusa Tenggara Barat, Aceh, dan Sumut.

    "Insya Allah, pada 28 Januari 2016 nanti, kami akan mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh dinas sosial di Indonesia untuk melakukan pemetaan daerah yang memiliki penyalur TKI yang potensial bermasalah," katanya.

    Tidak hanya untuk TKI, Khofifah juga akan memetakan potensi anak jalanan, terlantar, pengemis dan penyandang masalah sosial lainnya di masing-masing daerah sehingga, dinas sosial tingkat provinsi dan kabupaten kota memiliki kesamaan dan lebih komprehensif.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.