Risma Proyeksikan Surabaya sebagai Kota Ramah Bisnis Startup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini melihat karya komik pada Pameran Popcon Asia 2015 di Senayan, Jakarta, 8 Agustus 2015. Selain menjadi pembicara pada sesi Talkshow, Risma memamerkan beberapa karya kreatif pemuda di Paviliun Surabaya, serta mendeklarasikan Surabaya sebagai Kota Kreatif pada Popcon Asia 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini melihat karya komik pada Pameran Popcon Asia 2015 di Senayan, Jakarta, 8 Agustus 2015. Selain menjadi pembicara pada sesi Talkshow, Risma memamerkan beberapa karya kreatif pemuda di Paviliun Surabaya, serta mendeklarasikan Surabaya sebagai Kota Kreatif pada Popcon Asia 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Surabaya – Surabaya diproyeksikan menjadi kota industri kreatif, khususnya bagi bisnis startup yang berbasis teknologi. Apalagi, hal itu didukung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Ia mendukung secara penuh sejak penyelenggaraan program Start Surabaya hingga kompetisi Startup Sprint Surabaya pada Januari 2015 lalu.

    “Saya tahu bagaimana Bu Risma membantu agar industri, media, kampus, dan teman-teman kreatif dapat terhubung dengan baik,” kata Danton Prabawanto, Chief Executive Officer  Beon kepada Tempo melalui surat elektronik, Rabu, 13 Januari 2016.

    Danton tengah dalam perjalanan menuju Silicon Valley bersama Tri Rismaharini, inisiator Start Surabaya Yansen Kamto, dan tim Masaku sebagai pemenang lomba tersebut.

    Risma, kata Danton, menginginkan agar Surabaya benar-benar mampu menjadi kota yang environment-nya mendukung tumbuhnya startup. Tak hanya hadir secara langsung, sebagai pemimpin ia juga mendukung total terhadap program-program kawan-kawannya yang sedang membangun startup.

    Bahkan, Risma menghubungkan para pelaku usaha kecil menengah dengan anak muda yang berkecimpung di industri kreatif. “Bu Risma benar-benar memfasilitasi kolaborasi dari berbagai sumber daya manusia yang ada di Surabaya,” ujar Danton.

    Wali kota terbaik versi World Mayor 2014 itu, kata Danton, sudah menjelaskan ke mana arah industri kreatif dan startup berbasis teknologi Kota Pahlawan. “Jadi perjalanan ini diharapkan benar-benar mampu memperkaya apa yang sudah dilakukan di Surabaya. Bukan hanya meniru apa yang ada di Silicon Valley.”

    Risma bersama tim Startup Sprint Surabaya akan berada di Silicon Valley selama 5 hingga 7 hari. Danton tak merinci apa saja agenda yang dijalani. Namun ia mengatakan, mereka akan mengunjungi beberapa perusahaan di sana. “Salah satunya Google dan ke beberapa tempat coworking space di sana,” ujarnya.

    Ditemui terpisah sebelumnya, tim Masaku sebagai pemenang diharapkan dapat belajar dan bertukar pengalaman dengan para pelaku industri teknologi kelas dunia. “Kami ingin menunjukkan bahwa Surabaya juga bisa,” kata CEO Masaku, Andree Wijaya.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.