Sumatera Selatan Kembali Gelar Karnaval Khatulistiwa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal-kapal mengikuti Karnaval Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat, 22 Agustus 2015. Festival Karnaval Khatulistiwa yang dibuka Presiden Joko Widodo sebagai puncak perayaan HUT ke-70 kemerdekaan Republik Indonesia, yang diikuti 24 provinsi se-Indonesia. TEMPO/Subekti

    Kapal-kapal mengikuti Karnaval Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat, 22 Agustus 2015. Festival Karnaval Khatulistiwa yang dibuka Presiden Joko Widodo sebagai puncak perayaan HUT ke-70 kemerdekaan Republik Indonesia, yang diikuti 24 provinsi se-Indonesia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Sumatera Selatan (Sumsel) kembali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan pariwisata nasional, yakni "Karnaval Khatulistiwa" pada Agustus mendatang. "Karnaval yang akan dibuka Presiden Joko Widodo itu dilaksanakan di perairan Sungai Musi Palembang," kata pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, di Palembang, Rabu, 13 Januari 2016.

    Kegiatan yang ditampilkan dalam Karnaval Khatulistiwa, antara lain berbagai jenis perahu, termasuk perahu hias. Karnaval diselenggarakan setiap tahun bertujuan untuk mempromosikan wisata daerah. "Selain itu untuk memperkenalkan budaya daerah ke tingkat nasional, bahkan internasional," ujarnya.

    Irene mengatakan pemerintah meminta instansi terkait untuk mempersiapkan diri, termasuk membersihkan Sungai Musi. Kepala Bappeda Kota Palembang Safri Nungcik mengatakan pihaknya telah membuat perencanaan untuk Sungai Musi sejak tahun lalu. Pihaknya juga menyiapkan kebersihan Sungai Musi, baik dari enceng gondok, sampah, maupun perkampungan kumuh.

    Yang jelas, ujar dia, dalam waktu dekat ini pihaknya akan rutin membersihkan Sungai Musi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.