Martina Berto Berencana Akuisisi Merek Kosmetik Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produk Martha Tilaar. TEMPO/Seto Wardhana

    Produk Martha Tilaar. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Emiten yang bergerak di bidang kosmetik, PT Martina Berto Tbk, produsen kosmetik Martha Tilaar, akan melebarkan sayap bisnisnya dengan membeli merek baru. Kontrak bisnis ini merupakan realisasi dari rencana dalam rapat umum pemegang saham luar biasa 2015.

    “Untuk corporate action, waktu di rapat umum pemegang saham luar biasa 2015,  kami akan membeli satu brand beauty dan personal care. Memang masih listed, tapi saya katakan ini akan kejadian pada tiga bulan pertama 2016,” katanya di Bursa Efek Indonesia pada Rabu, 13 Januari 2016.

    Namun Bryan masih merahasiakan perusahaan yang akan diakuisisi. Begitu pula nilai akuisisi yang akan dilakukan perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia sejak 13 Januari 2011 dengan kode emiten MBTO tersebut.

    Menurut Bryan, belum ada perjanjian jual-beli di antara kedua pihak. Dia menuturkan sebenarnya akuisisi itu sudah direncanakan sejak tahun lalu, tapi tertunda karena masih ada proses negosiasi dan pembicaraan pihak internal.

    “Memang masih dalam pembicaraan awal. Sebelumnya direncanakan pada 2015, tapi agak meleset karena perjanjian jual-beli belum terjadi. Untuk public information belum bisa saya katakan. Tapi saya sangat meyakini ini akan terjadi," tutur Bryan.

    Selain itu, perseroan terus mengembangkan bisnis Martha Tilaar melalui kerja sama dengan beberapa outlet di hypermarket, supermarket, dan minimarket. Sebab, sebagian besar ekspansi bisnis Martina Berto di Indonesia dan hanya 1-2 persen yang ekspor.

    “Kami punya anak perusahaan PT Cedefindo. Nah, itu yang kami genjot, karena banyak pemain asing dan lokal yang membuat beauty personal care. Peluangnya harus kita tangkap,” katanya.

    DESTRIANITA KUSUMASTUTI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.