Penyaluran Kredit Properti Turun, Hanya Rp 614,6 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat maket perumahan  dalam pameran Real Estate Indonesia di Jakarta, 5 Mei 2015. Penjualan properti tahun ini diprediksi menurun 50 persen dibanding tahun sebelumnya. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pengunjung melihat maket perumahan dalam pameran Real Estate Indonesia di Jakarta, 5 Mei 2015. Penjualan properti tahun ini diprediksi menurun 50 persen dibanding tahun sebelumnya. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyaluran kredit di sektor properti pada November 2015 tumbuh 11,5 persen atau senilai Rp614,6 triliun. Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 12,1 persen atau sekitar Rp612,1 triliun.

    Berdasarkan publikasi Bank Indonesia terkait perkembangan uang beredar, perlambatan tersebut terjadi pada kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan apartemen (KPA) serta real estate.

    KPR dan KPA periode November 2015 mencapai Rp337,3 triliun atau tumbuh 7,2%. Penyaluran kredit konstruksi pada November 2015, tercatat sebesar Rp172,6 triliun atau tumbuh sekitar 15,9%, melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 16,,8% atau Rp173,5 triliun.

    Untuk kredit Real Estate, Bank Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 19,3% atau senilai Rp104,6 triliun melambat dibandingkan periode Oktober yang tumbuh 20,2% atau dengan nilai Rp1-3,2 triliun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!