Hadapi MEA, Jokowi: Negara ASEAN Takut Pada Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menyalami sejumlah pejabat Kementerian PUPR usai menyaksikan penandatangan kontrak kegiatan tahun anggaran 2016 di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jakarta, 6 Januari 2016. Menteri Basuki menyebutkan, total paket yang ditandatangani hari ini sebanyak 644 paket dengan nilai kontrak sebesar Rp 8,81 triliun. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Jokowi menyalami sejumlah pejabat Kementerian PUPR usai menyaksikan penandatangan kontrak kegiatan tahun anggaran 2016 di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jakarta, 6 Januari 2016. Menteri Basuki menyebutkan, total paket yang ditandatangani hari ini sebanyak 644 paket dengan nilai kontrak sebesar Rp 8,81 triliun. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta masyarakat agar tak takut menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA. Indonesia, menurutnya, punya banyak modal untuk bersaing. 
    ‎"Justru negara-negara ASEAN itu takut pada kita," ujar Jokowi saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional PDIP di Jakarta International Expo, Jakarta, Ahad 10 Januari 2016.

    Untuk itu, Jokowi meminta agar seluruh bangsa Indonesia bekerja keras mempersiapkan persaingan ekonomi antar bangsa tersebut.  Disebutkan Jokowi, salah satu cara yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan pembangunan. Tak cuma jangka pendek, perencanaan mesti dibuat hingga 50 tahun ke depan. ‎

    Negara, kata dia, harus memiliki tujuan pembangunan. Jokowi menilai,  era perdagangan bebas tak bisa lagi ditolak. Semua negara tak punya pilihan selain ikut bersaing. 

    Hari ini Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional PDIP. Selain dihadiri oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, hadir juga beberapa Menteri Kabinet Kerja. 

    Dalam sambutannya, Megawati menyinggung tentang pembangunan Indonesia yang dinilainya maju mundur. Fenomena ini menurutnya dikarenakan visi misi pemerintah yang selalu berubah. "Maju mundur seperti tari Poco-poco," kata Megawati saat membuka acara.

    FAIZ NASHRILLAH‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.