Kontrak Proyek PU Rp 8,8 T Diteken, Jokowi: Langsung Kerja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan sambutan saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di BEI, Jakarta, 4 Januari 2016. Secara tahunan (year to date) IHSG turun sebanyak 633,94 poin atau 12,13 persen dibanding penutupan tahun 2014. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi memberikan sambutan saat membuka perdagangan saham tahun 2016 di BEI, Jakarta, 4 Januari 2016. Secara tahunan (year to date) IHSG turun sebanyak 633,94 poin atau 12,13 persen dibanding penutupan tahun 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyaksikan penandatanganan kontrak kegiatan anggaran Kementerian 2016. Penandatanganan kontrak ini dilakukan di lima lokasi secara serentak, yakni Medan, Banjarmasin, Surabaya, Manado, dan Jayapura.

    Adapun total paket yang ditandatangani sebanyak 644 paket dengan nilai kontrak Rp 8,814 triliun. Dari total paket tersebut, 597 di antaranya paket kecil dengan nilai proyek di bawah 50 miliar.

    Paket kecil ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi di daerah-daerah. Sedangkan 47 paket lain adalah paket besar dengan nilai di atas Rp 50 miliar. Nilai kontrak tersebut merupakan 10,84 persen dari total belanja modal Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2016.

    Penandatanganan kontrak di lima kota tersebut disaksikan langsung melalui video conference dari Ruang Pendapa Kementerian pada Rabu, 6 Januari 2016. "Kalau hari ini sudah ditandatangani, besok harus sudah mulai kerja," kata Presiden Jokowi di Kementerian, Rabu, 6 Januari 2015.

    Jokowi menyatakan memulai lelang sebelum tahun berjalan dan kontrak pada awal tahun akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan percepatan ini, menurut Jokowi, investor bisa menaruh kepercayaannya kepada Indonesia.

    Untuk itu, Jokowi meminta Kementerian tidak lalai dalam mendorong percepatan pengerjaan proyek dan mudah puas. "Jangan sampai lalai lagi, nanti growth akan turun lagi. Ini yang harus dijaga," ujar Jokowi.

    LARISSA HUDA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.