Sepanjang 2016, Pasokan Apartemen Servis Berlipat Ganda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat maket apartemen pada acara pemilihan unit di Senayan City, Jakarta, 21 November 2015. Survei Perkembangan Properti Komersial yang dilansir Bank Indonesia (BI) pada Jumat (13/11/2015) mengungkap harga properti komersial melemah 1,69 persen secara triwulanan, dan 32,31 persen secara tahunan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pengunjung melihat maket apartemen pada acara pemilihan unit di Senayan City, Jakarta, 21 November 2015. Survei Perkembangan Properti Komersial yang dilansir Bank Indonesia (BI) pada Jumat (13/11/2015) mengungkap harga properti komersial melemah 1,69 persen secara triwulanan, dan 32,31 persen secara tahunan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan konsultan properti, PT Cushman & Wakefield Indonesia memproyeksikan pasokan apartemen servis akan terus bertambah pada 2016 karena memiliki target pasar khusus dengan tingkat serapan yang stabil.

    Terdapat 3 proyek apartemen servis yang diluncurkan pada 2015. Havenwood Residence Simatupang, Fairmont Sky Suites dan Ra Residence menambah 257 unit pada total pasokan Apartemen Servis menjadi 4.665 unit, tumbuh sebesar 9.6% dibandingkan dengan tahun lalu. Apartemen servis adalah apartemen yang disewakan harian dengan layanan seperti hotel.

    Beberapa proyek Apartemen Servis seperti Fraser Setiabudi dan Somerset Kencana yang dijadwalkan selesai tahun 2015, mundur ke tahun 2016.

    Pasokan Apartemen Servis di luar Jakarta (Cikarang, Karawang, dan Bekasi) meningkat sebesar 9,4% pada K4 2015.

    Penambahan pasokan baru berasal dari Delonix Hotel Extention yang memberikan kontribusi sebesar 80 unit pada total pasokan menjadi 931 unit. Diperkirakan ada tambahan pasokan sebesar 225 unit dari 1 proyek yang direncanakan selesai di tahun 2016.

    “Walaupun pertumbuhan harga sewa pada K2 hingga K3 tahun 2015 lebih fluktuatif akibat depresiasi Rupiah dan implementasi penggunaan nilai tukar Rupiah dalam setiap transaksi sewa, pertumbuhan harga sewa relatif lebih stabil di K4 2015,” ungkap PT Cushman & Wakefield Indonesia dalam laporan kajian pasar properti 2015 dan proyeksi 2016 yang dikutip Selasa (5 Januari 2016).

    Konversi harga sewa dari USD ke Rupiah sudah banyak diimplementasikan secara efektif oleh sebagian besar operator Apartemen Sewa, walaupun masih ada beberapa operator yang masih menggunakan konversi nilai tukar Rupiah yang mengikuti pergerakan USD.

    Harga sewa rata-rata Apartemen Sewa diproyeksikan di USD 21,34 pada akhir tahun 2015. Pada tahun 2016, pertumbuhan harga sewa diperkirakan tidak terlalu banyak mengalami perubahan signifikan. Harga sewa yang telah cukup tinggi disebabkan oleh penurunan nilai tukar Rupiah pada tahun 2015.

    Sektor Apartemen Sewa diproyeksikan akan mengalami penurunan tingkat hunian pada tahun 2016 dengan banyaknya tambahan pasokan Kondominium Sewa yang baru selesai. Walaupun demikian, tingkat serapan sub-sektor Apartemen Servis diharapkan akan meningkat pada kuartal depan khususnya oleh penyewa ekspatriat (asing).
    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.