Pengelola Dana Energi Belum Jelas, Harga BBM Tetap Turun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pemudik sepeda motor mengantri untuk mengisi BBM di SPBU 3441353, Karawang, Jawa Barat, 15 Juli 2015. Dirut Pertamina Dwi Soetjipto menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak dan elpiji selama lebaran tetap aman, Pertamina meningkatkan stok setiap jenis bahan bakar rata-rata 10-11 persen. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Ratusan pemudik sepeda motor mengantri untuk mengisi BBM di SPBU 3441353, Karawang, Jawa Barat, 15 Juli 2015. Dirut Pertamina Dwi Soetjipto menegaskan bahwa stok bahan bakar minyak dan elpiji selama lebaran tetap aman, Pertamina meningkatkan stok setiap jenis bahan bakar rata-rata 10-11 persen. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan harga bahan bakar minyak bersubsidi akan tetap turun. Penurunan harga minyak ini akan tetap dilakukan meskipun wacana pembentukan Badan Layanan Umum pungutan dana ketahanan energi belum pasti.

    "Jadi (turun), seperti yang sudah kita bicarakan sebelumnya," kata Sudirman di Kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Senin, 4 Januari 2015. Mulai besok, harga premiun akan menjadi Rp 7.150 per liter, sedangkan solar menjadi Rp 5.950 per liter.

    Sudirman mengatakan akan terus mengebut pengesahan Peraturan Pemerintah tersebut yang merupakan turunan dari Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 Tentang Energi Pasal 30 Ayat 3 dan 4. "RPP sudah selesai, akan dirapatkan dulu di ratas," katanya.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan tak ada larangan menurunkan harga bensin. Oleh karena itu, Darmin mengatakan pemerintah takkan menunda penurunan harga bensin ataupun harus melapor dulu kepada Dewan Perwakilan Rakyat. "Ya besok harga itu yang sudah diumumkan Menteri ESDM (Sudirman)," kata Darmin.

    Sembari menunggu Peraturan Pemerintah tentang badan ketahanan energi, Darmin mengatakan pungutan akan terus berjalan melalui PT Pertamina (Persero). Pungutan akan dilakukan hingga tanggal 10 Februari mendatang.

    ANDI RUSLI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.