Jokowi Pamerkan Pembangunan Infrastruktur di Depan Ical

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat pameran infrastruktur dan perumahan untuk rakyat di Parkir Selatan Istora Senayan, Jakarta, 28 November 2015. Pameran tersebut memperingati hari bakti Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang terselanggara dari 28-29 November 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Pengunjung melihat pameran infrastruktur dan perumahan untuk rakyat di Parkir Selatan Istora Senayan, Jakarta, 28 November 2015. Pameran tersebut memperingati hari bakti Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang terselanggara dari 28-29 November 2015. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -  Presiden Joko Widodo memamerkan pembangunan infrastruktur yang sudah digagasnya sejak menjabat Gubernur DKI Jakarta sampai setahun kepemimpinannya di depan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau akrab disapa Ical. Di antaranya pembangunan mass rapid transit dan jalan tol Trans Sumatera.

    "Ini semuanya ada lho gambarnya kalau Pak Aburizal enggak percaya," kata Jokowi dalam Kongres Persatuan Insinyur Indonesia di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Desember 2015. Ical dalam acara itu juga turut hadir sebagai mantan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia.

    Jokowi mengatakan selama ini pembangunan infrastruktur di Indonesia terlalu banyak rencana, tapi implementasinya minim. Presiden mengisahkan soal rencana pembangunan MRT yang sebenarnya sudah direncanakan pada 1994. Penyebabnya, banyak perizinan yang tak penting dan harus dipangkas.

    Dia berharap semua pembangunan infrastruktur yang telah di-groundbreaking, seperti kereta api di Sumatera dan jalan tol, berjalan dengan maksimal. Jokowi enggan menerima keluhan dari menteri terkait yang mempermasalahkan pembebasan lahan sebagai faktor utama keterlambatan proses pembangunan.

    "Jangan sampai sudah di-groundbreaking tapi tidak jadi," tuturnya. "Semuanya harus jadi. Walau baru bisa membangun sepanjang 7 kilometer, tetap dilaksanakan."

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.