Dongkrak Penjualan 2016, General Motors Fokus ke Trax  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Chevrolet Eropa, Susan Docherty, berpose disamping SUV Chevrolet Trax Mini baru di Paris Auto Show, Perancis, 27-9, 2012. (AP Photo/Michel Euler)

    Presiden Chevrolet Eropa, Susan Docherty, berpose disamping SUV Chevrolet Trax Mini baru di Paris Auto Show, Perancis, 27-9, 2012. (AP Photo/Michel Euler)

    TEMPO.CO, Jakarta - PT General Motors Indonesia selaku pemasar mobil merek Chevrolet akan fokus pada produk low SUV terbaru, yaitu Trax, dan perbaikan kualitas layanan di tingkat jaringan penjualan untuk membangkitkan pasarnya di Tanah Air pada 2016.

    Presiden Direktur PT General Motors Indonesia (GMI) Gaurav Gupta mengatakan, pihaknya akan berfokus pada produk Trax karena segmen low sport utility vehicle alias low SUV di Tanah Air memiliki pasar potensial yang terus berkembang.

    Hal itu terlihat dari penjualan di segmen low SUV yang tidak terganggu pelambatan ekonomi tahun ini, seiring stimulus yang berhasil dari kehadiran produk baru di segmen tersebut. Padahal total pasar mobil pada Januari-Oktober 2015 merosot sekitar 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pada Januari-Oktober 2015 penjualan segmen low SUV mencapai 60.837 unit. Jumlah itu sudah melampaui total penjualan pada 2014 yang mencapai 55.086 unit.

    “SUV ada pergerakan dinamis dan cukup berkembang seiring segmen itu semakin dianggap cocok untuk masyarakat perkotaan. Sehingga kami menghadirkan Trax karena merupakan segmen berkembang dan menjadi fokus kami. Karena itu, kami menyiapkan strategi matang untuk kehadirannya,” katanya, Kamis, 26 November 2015.

    Trax pertama kali diperkenalkan ke pasar otomotif Tanah Air pada Agustus lalu di ajang pameran mobil terbesar di Indonesia. Mobil itu akan diimpor langsung dalam bentuk utuh (CBU) oleh GMI dari Korea Selatan dan baru akan dikirim ke konsumen Januari mendatang.

    Gaurav menyatakan, kehadiran Trax pun akan melengkapi line up SUV GMI. Sebelumnya, di segmen itu GMI telah memasarkan Captiva dan Trailblazer yang merupakan medium dan high SUV.

    Adapun untuk jaringan penjualan, saat ini pihaknya ditopang oleh 45 outlet. Gaurav enggan mengatakan penambahan outlet hingga tahun depan untuk menggenjot penjualan. Dia menyebut pihaknya akan memperbaiki kualitas layanan di masing-masing outlet, baik penjualan maupun layanan purna jual sehingga konsumen otomotif di Indonesia semakin kepincut menggunakan kendaraan asal Amerika Serikat tersebut.

    “Kami ingin menstabilkan kondisi penjualan dan layanan purna jual GMI. Kami akan menghadirkan produk-produk global dan meningkatkan layanan di outlet dengan standardisasi global,” katanya.

    Langkah GMI itu cukup beralasan. Pasalnya, penjualan GMI sepanjang tahun ini merosot tajam. Pada Januari-Oktober 2015, Gaikindo mencatat penjualan GMI di tataran wholesales hanya menapak jumlah 4.077 unit. Sedangkan raihannya pada periode yang sama tahun lalu mencapai 8.866 unit.

    Menurut dia, dengan langkah tersebut harapannya GMI akan mendulang pertumbuhan penjualan pada tahun depan seiring meningkatnya tren positif ekonomi karena terdorong paket kebijakan ekonomi pemerintah selama ini.

    Meski demikian, dia enggan menyebut target penjualan Trax tahun depan ataupun proyeksi pertumbuhan yang ingin disasar pihaknya pada 2016.

    Direktur Komunikasi dan Hubungan Eksternal PT GMI Yuniadi Haksono Hartono mengamini Gaurav. Untuk menstabilkan pasar Chevrolet di Indonesia, pihaknya akan membenahi layanan purna jual dan fokus pada Trax.

    Di sisi lain, dia mengatakan, meski GMI pertengahan tahun ini menutup pabriknya di Indonesia, hal itu bukan halangan bagi pihaknya mengembangkan pasar domestik. Untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, saat ini produk Chevrolet didatangkan dari Thailand dan Korea Selatan.

    “Kami memiliki komitmen untuk terus mengembangkan pasar karena potensinya besar, dilihat dari pertumbuhan ekonomi ke depan dan jumlah penduduk. Orang beli mobil karena suka produknya dan puas dengan pelayanannya,” ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?