Rini Gelar Rapat Bareng Pimpinan BUMN di Kapal Pelni

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 6 Oktober 2015. Dalam rapat ini Komisi VI bersama Kementerian BUMN telah menyepakati Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada perusahaan BUMN sebanyak Rp 34,318 Triliun. Jumlah tersebut meningkat dari usulan Pemerintah sebelum kesepakatan sebesar Rp 3 Triliun. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 6 Oktober 2015. Dalam rapat ini Komisi VI bersama Kementerian BUMN telah menyepakati Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada perusahaan BUMN sebanyak Rp 34,318 Triliun. Jumlah tersebut meningkat dari usulan Pemerintah sebelum kesepakatan sebesar Rp 3 Triliun. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menggelar rapat bersama 119 direktur utama BUMN. Rapat kali ini digelar di kapal milik PT Pelayaran Indonesia, KM Kelud. "Ini pertama kali CEO BUMN kumpul bersama," katanya, Jumat, 20 November 2015.

    Rapat ini, Rini mengatakan, juga menjadi ajang perkenalan di antara direksi BUMN sekaligus membahas sejumlah permasalahan. Dengan begitu, akan tercipta sinergi. "Tidak hanya kenal orang, tapi usaha aktivitas apa saja kalau ada kesamaan."

    Pemerintah, ujar Rini, menekankan bahwa BUMN dapat menghasilkan untung dan memberikan kesejahteraan kepada karyawannya. "Biarpun tak terlalu besar, keuangan besar tetap milik rakyat. Tak lepas BUMN sebagai agen pembangunan," ujarnya.

    Rini menjelaskan, rapat ini digelar karena dukungan dari Pelni. Kapal penumpang, menurut mantan Menteri Perdagangan ini, bukan hanya untuk mengangkut orang. "Kapal penumpang bisa dimanfaatkan untuk perjalanan dan kerja."

    Beberapa pemimpin BUMN yang hadir antara lain Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Budi Gunawan Sadikin, Direktur Utama PT BNI Tbk Ahmad Baikuni, Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk Bintang Perbowo, dan Direktur Utama Pelindo II R.J. Lino. Ada juga Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Arief Wibowo dan Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman.

    SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.