Tujuh Mahasiswa Magang Jadi Direktur XL di Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ririek Adriansyah CEO Telkomsel; Dian Siswarini CEO XL Axiata; Alexander Rusli CEO Indosat; Mike Cassidy Vice President Project Loon. Foto: ImageDynamics

    Ririek Adriansyah CEO Telkomsel; Dian Siswarini CEO XL Axiata; Alexander Rusli CEO Indosat; Mike Cassidy Vice President Project Loon. Foto: ImageDynamics

    TEMPO.CO, Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL) kembali menggelar program unik dan hanya satu-satunya di Indonesia. Yakni tantangan menjadi Direksi (Board of Directure-BOD Challenge). Mulai Senin 16 November 2015, sebanyak tujuh orang mahasiswa mendapatkan kesempatan langka di XL.

    Bukan sekadar magang kerja, namun mereka magang menjadi direktur. Selama sepekan mereka akan menjabat sebagai anggota BOD “Direksi” perusahaan operator seluler ini. Presiden Direktur XL, Dian Siswarini secara simbolis menyerahkan tanggung jawab sebagai direksi kepada mereka di Kantor Pusat XL, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin 16 November 2015.

    Menurut Dian Siswarini melalui rilisnya menyebutkan bahwa program ini adalah cara XL memotivasi kaum muda, mahasiswa, untuk berani tampil ke depan, menjadi pemimpin, dan membuat terobosan yang posistif dalam berbagai bidang di masa depan.

    Melalui program ini bukan hanya memberikan pengalaman seru, namun lebih dari itu adalah menunjukkan bahwa siapa pun bisa sukses mencapai level tertinggi dalam suatu bidang, menjadi pemimpin, dan mengabdi kepada masyarakat dan bangsanya.
    ‘’Tentu saja, kami BOD XL yang asli tetap akan mengerjakan tugas seperti biasanya,’’ kata Dian.

    Para mahasiswa yang terpilih untuk memimpin XL selama sepekan tersebut adalah Yudi Ashari Putra, mahasiswa International Relation President University, akan menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO), Mohamad Sobree (Chief Strategic Transformation Officer), mahasiswa Electrical Engineering Universitas Teknologi Malaysia, Carrisa Mashinta (Chief Financial Officer), Finance ITB, Adrian Reynaldo (Chief Digital Service Officer), Kedokteran Universitas Indonesia, Muhamad Inardy (Chief Teknology Officer) Teknik Sipil ITB, Debora Valentini (Chief Commerce Officer), International Relation President University, dan Risqiqa Doni (Chief Marketing Officer), Teknik Industri Universitas Gadjah Mada.

    XL BOD Challenge berupa kompetisi khusus mahasiswa dengan hadiah berupa kesempatan merasakan kursi panas BOD XL. Tahapan kompetisi ini mulai pada Februari 2015. Tidak kurang dari 2.234 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tersebar di Tanah Air mendaftar dan memperebutkan kesempatan emas menjabat direktur.

    Mereka harus seorang WNI, mahasiswa aktif yang berusia 18-25 tahun, memiliki IPK minimal 2,85. Seleksi dilakukan secara bertahap, termasuk harus membuat esai tertulis, serta video.

    Hampir semua fasilitas yang diperoleh seorang direktur juga mereka dapatkan, seperti mobil dinas kelas premium plus seorang sopir pribadi, pakaian kerja eksekutif, akomodasi berupa apartemen, juga perjalanan dinas, termasuk ke luar negeri. Tentu saja selama di kantor, mereka juga akan mendapatkan berbagai fasilitas yang tidak didapatkan oleh karyawan biasa. Mereka bahkan mendapatkan kartu nama dengan jabatan masing-masing plus keterangan masa tugas yang sepekan.

    Selain fasilitas, mereka tentunya juga akan mendapatkan tugas selayaknya direksi perusahaan. Mereka akan bertemu dengan para stakeholder XL yang juga memiliki jabatan tinggi.

    Salah satu orang penting yang akan mereka temui adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Di Internal XL sendiri, mereka juga harus melakukan berbagai rapat dengan para Direktur XL yang asli, karyawan, juga para partner startegis. Karena XL adalah perusahaan dengan puluhan juta pelanggan, para “direktur magang” ini akan bertemu juga dengan pelanggan, diler pulsa, juga para relasi XL di industri telko.

    Dian Siswarini menambahkan, pendidikan kepemimpinan yang berorientasi menyiapkan anak-anak muda Indonesia untuk bisa beradaptasi dengan tantangan global di masa depan sangat urgent dilakukan dan sebarluaskan. Hal ini tidak terlepas dari semakin terbukanya pasar ekonomi, termasuk pasar tenaga kerja dan ahli, di mana orang Indonesia harus berkompetisi secara terbuka dengan orang dari negara-negara lain dalam mengisi posisi-posisi penting di bidang non-pemerintahan di Indonesia.

    Dia mengingatkan, mulai tahun depan Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah akan berlaku dan menuntut kesiapan masyarakat Indonesia dari berbagai bidang.

    SUPRIYANTHO KHAFID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.