Jagung Impor Tertahan, Peternak Kecil Krisis Pakan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jagung. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Jagung. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan para peternak kecil mengalami kesulitan mendapatkan pakan ternak. Kementerian Pertanian menolak membongkar 100 ribu ton jagung impor di pelabuhan.

    BACA JUGA
    Rekaman OC Kaligis Dibuka, Terungkap Permainan Uang Itu!
    Terungkap, Dua Wanita Ini Bikin Ivan Gunawan Jatuh Cinta

    "Peternak petelur itu kan peternak kecil, beda dengan peternak ayam boiler ada yang gede. Mereka sekarang kesulitan dapat jagung," kata Darmin di kantornya, Rabu malam, 11 November 2015.

    Dalam sebuah rapat pekan lalu, ujar Darmin, diputuskan agar jagung impor yang masih tertahan di pelabuhan dibongkar. Tapi Kementerian Pertanian tidak melaksanakannya. "Peternak mengatakan mereka sudah kesulitan."

    GEGER MAFIA PETRAL
    SKANDAL PETRAL: Inilah MR, Mister Untouchable di Era SBY
    SKANDAL PETRAL: Tuan MR Sering Disebut di Era Presiden SBY

    Sebenarnya, Darmin menjelaskan, jagung impor tersebut bukan milik peternak petelur. Namun kepunyaan peternak ayam boiler. Lantaran tertahan, mereka akhirnya membeli pakan ternak lokal. "Peternak kecil lokal tidak sanggup bersaing."

    Direktur Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan tertahannya jagung impor membuat stok pakan ternak secara nasional berkurang. "Masih ada kapal-kapal yang tertahan di pelabuhan. Itu saya kira harus impor," katanya.

    SINGGIH SOARES

    BERITA MENARIK
    Kisah Tewasnya Hijaber UNJ, Begini Sifat Si Cantik
    TERUNGKAP, Inilah Penyebab Hijaber Cantik UNJ Tewas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.