Laba Emirates Turun Jadi US$ 12,9 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Emirates mendarat dengan sempurna, setelah pilot berjuang untuk mendaratkan pesawat dalam kondisi aman. Setiap pilot dilatih untuk menangani berbagai macam kasus cross wind, termasuk teknik menanggulanginya.  Dailymail

    Pesawat Emirates mendarat dengan sempurna, setelah pilot berjuang untuk mendaratkan pesawat dalam kondisi aman. Setiap pilot dilatih untuk menangani berbagai macam kasus cross wind, termasuk teknik menanggulanginya. Dailymail

    TEMPO.CO, JakartaGrup Emirates baru mengumumkan laba bersih sebesar 46, 1 miliar dirham atau US$ 12, 6 miliar pada enam bulan pertama untuk tahun fiskal 2015-2016. Jumlah tersebut menurun 2,3 persen dari US$ 12,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

    "Kinerja keuangan kami saat ini cukup terpengaruh oleh menguatnya dolar Amerika Serikat terhadap mata uang utama dunia lainnya," kata Chairman dan Chief Executive Emirates Airline and Group Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, dalam siaran persnya, Ahad, 8 November 2015.

    Bagaimanapun, Ahmed menyebutkan, periode ini merupakan kinerja tengah tahun terbaik yang pernah diraih grup usaha tersebut, dengan keuntungan bersih meningkat menjadi 7 miliar dirham atau US$ 1 miliar. Angka itu 65 persen dari tahun lalu. Kas grup pada 20 September 2015 berada di posisi 14,8 miliar dirham atau US$ 4 miliar.
     
    Ahmed menyatakan situasi nilai tukar mata uang serta konflik regional dan melemahnya ekonomi di beberapa bagian dunia mengurangi dampak positif dari rendahnya harga bahan bakar selama semester pertama untuk tahun fiskal 2015-2016. "Namun kami membuat keputusan dengan hati-hati untuk tidak melakukan lindung nilai terhadap pembelian bahan bakar untuk pesawat kami, yang ternyata merupakan keputusan yang tepat dengan terus melemahnya harga bahan bakar," ujarnya.

    Selain itu, Emirates memutuskan untuk meyalurkan kelebihan dana dari menurunnya harga bahan bakar kepada penumpang dengan menurunkan tambahan biaya bahan bakar. "Kami juga menurunkan tarif penerbangan di seluruh jaringan kami," katanya. 
     
    Dalam enam bulan terakhir, Emirates terus berinvestasi dan meningkatkan jumlah karyawannya sekitar 4 persen menjadi lebih dari 87 ribu orang dibanding pada 31 Maret 2015.

    Selama enam bulan pertama tahun fiskal ini, Emirates juga menerima 13 pesawat berbadan lebar--8 pesawat A380 dan 5 pesawat Boeing 777. Meski demikian, Emirates juga menghentikan operasi empat pesawat lama, yang lalu digantikan sembilan pesawat baru untuk armadanya. Selain itu, 16 pesawat dijadwalkan tiba sebelum akhir tahun fiskal (31 Maret 2016). 

    Emirates juga memperluas jaringan globalnya dengan meluncurkan layanan ke empat destinasi baru, yaitu Bali, Multan, Orlando, dan Mashhad. Jaringan global Emirates kini meliputi 147 destinasi di 79 negara (data per 30 September 2015). Destinasi baru Bologna, Italia, telah diluncurkan pada 3 November dan Panama City akan diluncurkan pada 1 Februari 2016.
     

    PINGIT ARIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.