Dituding Bikin Investor Kabur, Ini Jawaban Rizal Ramli

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizal Ramli, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Rizal Ramli, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli memastikan investor tak bakal kabur karena pernyataan-pernyataannya yang kontroversial. Ia justru yakin investor malah senang jika ada transparansi dalam pemerintah.

    "Tapi ada orang yang berpikir cara Orde Baru yang anggap kalau perbedaan pendapat itu tak bagus, bikin gaduh," ujar Rizal di Ruang VIP Bandara Halim Perdanakusuma, Jumat, 11 September 2015.

    Menurut Rizal, pihak-pihak yang menuduhnya gaduh adalah mereka yang berkepentingan. Perbedaan pendapat, kata dia, adalah hal biasa, apalagi kalau disertai dengan solusi.

    "Tokoh-tokoh yang otoriter anggap ini gangguan terhadap kepentingan mereka. Kalau tak punya kepentingan, pasti senang dengan langkah saya," katanya.

    Rizal mengatakan investor pasti senang apabila Indonesia berupaya menerapkan transparansi dan good governance. Investor tak akan kabur. Rizal mengaku segala kritiknya telah disampaikan dalam rapat kabinet. Beberapa kritiknya, kata dia, mendapat respons positif dari Jokowi. Misalnya soal pembangunan storage minyak mentah. "Presiden setuju dan membatalkan," tuturnya.

    Sebelumnya, Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi menilai pernyataan Rizal Ramli membuat bingung para calon investor proyek listrik. Apalagi Rizal, kata Sofjan, mengklaim telah melaporkan usulnya kepada Presiden Joko Widodo.

    Menurut Sofjan, pemerintah seharusnya satu suara dalam menentukan suatu kebijakan. Termasuk untuk proyek listrik yang, kata dia, memerlukan investasi miliaran dolar. Jusuf Kalla, kata Sofjan, tidak mau lagi meladeni manuver Rizal.

    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.