2 Investor Asal Korea Minat Investasi Listrik di Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, memberikan kata sambutan dalam acara pembukaan Kongres Diaspora ke-3, di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dalam kongres tersebut Diaspora mendorong pemerintah untuk merevisi Undang-undang Kewarganegaraan yang berlaku, agar memungkinkan adanya kewarganegaraan ganda bagi warga negara Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, memberikan kata sambutan dalam acara pembukaan Kongres Diaspora ke-3, di Jakarta, 12 Agustus 2015. Dalam kongres tersebut Diaspora mendorong pemerintah untuk merevisi Undang-undang Kewarganegaraan yang berlaku, agar memungkinkan adanya kewarganegaraan ganda bagi warga negara Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua investor asal Korea Selatan menyampaikan minat untuk menanamkan modalnya di sektor kelistrikan dalam pertemuan one-on-one dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Seoul, Korea Selatan, Jumat, 28 Agustus 2015.

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani yang mendampingi wapres dalam kunjungan kerja ke Korea Selatan mengatakan dua investor itu terdiri atas BUMN setempat di sektor kelistrikan dan perusahaan swasta di bidang solusi pintar penyediaan energi dari energi terbarukan.

    "BUMN Korsel di bidang kelistrikan berminat untuk mengikuti tender proyek pembangkit tenaga listrik di Banten dan Jawa Barat yang masing-masing berkapasitas 2 x 1.000 MW dengan rencana nilai investasi total sebesar Rp 80 triliun," kata Franky di Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2015.

    Adapun sebuah perusahaan Korsel di bidang smart solution untuk penyediaan energi yang berasal dari energi terbarukan juga berencana membuat kantor perwakilan di Indonesia dan akan melakukan studi kelayakan untuk menyediakan tenaga listrik di daerah terpencil.

    "Hal itu sebagai tindak lanjut dari pertemuan one-on-one dengan Wapres RI," katanya.

    Selain bertemu dengan dua investor di sektor kelistrikan, ujar Franky, Wapres Jusuf Kalla juga mengadakan pertemuan one-on-one dengan sebuah perusahaan raksasa dunia asal Korsel di bidang industri peralatan telekomunikasi.

    Perusahaan itu saat ini tengah melakukan konstruksi guna merealisasikan pabriknya yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik tersebut juga telah mendapatkan Izin Prinsip Penanaman Modal dari BKPM dengan rencana investasi senilai Rp 6 trilliun.

    Lebih lanjut, BKPM juga bertemu dengan perusahaan Korsel yang bergerak di bidang pakaian jadi yang berencana melakukan perluasan pabriknya yang ketiga.

    Pabrik pertama berlokasi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang telah berdiri dari tahun 1996, sedangkan pabrik kedua di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, juga telah berproduksi dan mengekspor produknya 100 persen.

    "Pabrik ketiga direncanakan berlokasi di Jawa Tengah dengan rencana penyerapan tenaga kerja sebanyak 3.500 orang," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.