Cabai Rawit di Palangkaraya Tembus Rp 120 Ribu per Kilogram

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang cabai. TEMPO/Tony Hartawan

    Pedagang cabai. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Harga cabai rawit di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, melonjak dalam sepekan ini. Dari Rp 80 ribu per kilogram meningkat menjadi Rp 120 ribu per kilogram. Peningkatan ini dipicu karena minimnya pasokan cabai.

    "Naiknya tak tanggung-tanggung, kami tidak tahu sampai kapan kenaikan ini,” kata Tamiyah, pedagang cabai di Pasar Besar Palangkaraya, Rabu, 26 Agustus 2015.

    Akibat harga jual yang tinggi, omzet Tamiyah menurun drastis. Pelanggannya hanya membeli cabai rawit lebih sedikit dari biasanya. "Saya hanya bisa menjual sekitar dua kilogram dalam satu hari.” Padahal di hari biasa, ia bisa menjual sekitar sepuluh kilogram.

    Agar tidak merugi, Tamiya tidak membeli cabai terlalu banyak. Karena selain harganya mahal, pembelian juga dibatasi oleh pemasok.

    Sedangkan Wati, penjual warung makanan di Jalan Rinjani mengurangi pembelian cabai karena harganya yang mahal. "Saya membeli cabai seperlunya saja, asal ada.” Ia berharap harga cabai bisa cepat turun.

    Berbeda dengan harga cabai rawit, harga cabai merah tidak naik, meski relatif mahal. Harganya Rp 70 ribu per kilogram.

    KARANA W.W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.