Persentase Pemilik Rekening di Indonesia Sama dengan Myanmar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nasabah melakukan transaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Jakarta, Sabtu (25/8). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Nasabah melakukan transaksi melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Jakarta, Sabtu (25/8). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dari sekitar 250 juta penduduk Indonesia  ternyata baru  21,5 persen dari penduduk dewasa yang mempunyai rekening bank. Padahal sebanyak 57,2 persen dari penduduk itu sudah "ngeh" perbankan.

    "Di negara ASEAN, Indonesia hanya sejajar dengan Myanmar dan Kambdoja, kalah jauh dengan Malaysia dan Singapura," kata Kepala Kantor OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Daerah Istimewa Yogyakarta, Fauzi Nugroho, di Yogyakarta, Kamis, 13 Agustus 2015.

    Ia menjelaskan, pemerintah dan pihak bank harus menempuh berbagai cara untuk mengkampanyekan manfaat perbankan. Termasuk dengan cara-cara yang simpel dan mudah.

    Saat ini sudah ada program yang dikampanyekan kepada masyarakat. Yaitu program 'Laku Pandai' atau layanan keuangan tanpa kantor dalam pelayanan perbankan. Program ini sudah dilakukan sejak Maret 2015.

    Untuk mengukur kemajuan suatu bangsa, kata dia, Bank Dunia  mempunyai kriteria. Antara lain adanya tempat penyimpanan dana, tempat penyaluran dana atau kredit, keberadaan asuransi, serta adanya dana pensiun.

    OJK, kata dia terus melakukan edukasi keuangan, penambahan fasilitas ke publik, pemetaan informasi keuangan, menyempurnakan kebijakan dan peraturan. Selain itu juga peningkatan intermediasi dan distribusi dana.

    "Juga upaya perlindungan bagi dua pihak konsumen atau nasabah maupun lembaga perbankan," kata Fauzi.

    Bank yang sudah melakukan program 'Laku Pandai' adalah Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan BCA.

    Product & Customer Experience Head 'BTPN Wow!', Achmad Nusjirwan Sugondo mengatakan, program Laku Pandai dapat meningkatkan penetrasi perbankan ke masyarakat. Terutama masyarakat menengah bawah.

    "Di saat yang sama akan menurunkan beban operasional bank karena tak perlu membangun infrastruktur berupa kantor cabang," kata dia.

    Ia mencontohkan program BTPN Wow. masyarakat bisa menikmati berbagai layanan perbankan mulai dari pembukaan rekening, tarik dan setor uang melalui agen bank dengan biaya sangat murah.

    Yaitu hanya dengan modal nomor telepon seluler yang mudah dihafal oleh pemiliknya. "Bahkan dengan handphone jadul saja bisa dilakukan," kata dia.

    Agen-agen layanan ini bahkan bisa seorang penjual pulsa sekalipun. Dalam menjawab inovasi 'Laku Pandai', BTPN mengagas program BTPN Wow!, layanan perbankan bagi mass market yang memanfaatkan teknologi telepon genggam. Itu didukung jasa agen sebagai perpanjangan tangan BTPN untuk meningkatkan jangkauan layanan kepada nasabah di seluruh pelosok Indonesia.

    Dengan hadirnya BTPN Wow! kini masyarakat bisa menikmati berbagai layanan perbankan seperti pembukaan rekening, tarik dan setor uang melalui agen bank dengan biaya yang sangat murah. Teknologi yang digunakan juga disesuaikan dengan target nasabahnya, yaitu menggunakan USSD atau Unstructured Supplementary Services Data.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.