Kapolri Curiga Ada yang Sengaja Mainkan Harga Daging Sapi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Komjen Pol Badrodin Haiti bersiap untuk mengikuti Rapat Paripurna DPR RI Ke-25 Masa Persidangan III 2014-2015 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, 16 April 2015. Paripurna ini beragendakan mendengar laporan Komisi III DPR RI terhadap penggantian calon Kapolri dan dilanjutkan dengan pengambilan keputusan. Rapat Paripurna DPR RI menyetujui Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai Kepala Kepolisian RI setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Komjen Pol Badrodin Haiti bersiap untuk mengikuti Rapat Paripurna DPR RI Ke-25 Masa Persidangan III 2014-2015 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, 16 April 2015. Paripurna ini beragendakan mendengar laporan Komisi III DPR RI terhadap penggantian calon Kapolri dan dilanjutkan dengan pengambilan keputusan. Rapat Paripurna DPR RI menyetujui Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai Kepala Kepolisian RI setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian mengaku sedang mendalami kemungkinan adanya permainan pihak tertentu dalam kelangkaan dan kenaikan harga daging sapi.  "Ada juga pelaku usaha itu yang sengaja mematikan produksi dalam negeri," kata Kepala Kepolisian, Jenderal Badrodin Haiti, di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2015.

    Dengan cara itu, para pelaku bisa mengatur harga semaunya. Walaupun menduga ada pihak yang bermain, namun Badrodin mengatakan bahwa tak menutup kemungkinan ada sebab lain.

    Kenaikan harga daging sapi hingga Rp 130 ribu per kilogram berimbas pada turunnya pendapatan para pedagang daging sapi. Di Jakarta dan sekitarnya, para pedagang sepakat melakukan aksi mogok jualan selama empat hari, yakni pada 9-12 Agustus 2015.

    Badrodin menyayangkan adanya aksi mogok yang dilakukan oleh para pedagang. Menurutnya, hal itu tak perlu dilakukan apalagi dengan memaksa pedagang lain. Jika terbukti ada pelanggaran, pedagang yang melakukan pemogokan bisa saja diporses secara hukum. Sebaliknya, dengan kondisi harga yang tinggi, justru konsumenlah yang seharusnya melakukan protes.

    Badrodin mengaku sudah melakukan pertemuan dengan berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah ini. Menurutnya, kontrol harga daging menjadi kewenangan sepenuhnya dari Kementerian Perdagangan. Polisi siap memporses jika memang nantinya ditemukan pelanggaran hukum. "Ada Undang-undang pangan serta Undang-undang perdagangan."

    Menurut dia, penyimpangan dalam distribusi kebutuhan pokok tak hanya terjadi pada daging. Beberapa komoditas lain juga terindikasi hal serupa. "Supaya harganya tak terlalu tinggi, makanya kami terus lakukan penelitian."


    FAI Z NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.