Jalur Ganda Kereta di Sumsel Terhambat Pembebasan Lahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalur perlintasan rel ganda di Stasiun Kereta Api Cigombong, Bogor, 4 Juli 2015. Stasiun yang memiliki pemandangan indah Gunung Salak ini termasuk ke dalam Daerah Operasi I Jakarta. Mundri Winanto

    Jalur perlintasan rel ganda di Stasiun Kereta Api Cigombong, Bogor, 4 Juli 2015. Stasiun yang memiliki pemandangan indah Gunung Salak ini termasuk ke dalam Daerah Operasi I Jakarta. Mundri Winanto

    TEMPO.COJakarta - PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Sumatera Selatan menyatakan masih terkendala pembebasan lahan saat membangun jalur ganda di provinsi tersebut.

    Executive Vice President PT KAI Divre III Sumatera Selatan Wawan Ariyanto mengatakan saat ini pembangunan double track di wilayah Divre III terealisasi sekitar 20-30 persen dari target. “Ada masalah pembebasan lahan di jalur Prabumulih-Kertapati, tapi kami perkirakan tahun ini bisa selesai,” katanya, Jumat, 7 Agustus 2015.

    Dia mengemukakan total panjang jalur yang lahannya belum dibebaskan sepanjang 28 kilometer, yang terdiri atas Lebak-Prabumulih sepanjang 16 km dan Simpang-Kertapati sepanjang 12 km.

    Wawan mengemukakan, meski terkendala persoalan lahan, perusahaan sudah mampu merealisasikan sejumlah jalur ganda pada tahun ini. Adapun double track meliputi Prabumulih-Kertapati, Cempaka-Giham, dan Martapura–Baturaja.

    Perusahaan menargetkan angkutan penumpang naik menjadi 1,5 juta orang pada tahun ini. “Saat ini kami mengangkut rata-rata 5.000-6.000 penumpang per hari. Kontribusinya sekitar 3 persen dari total pendapatan kami,” ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.