Gedung Tinggi Bakal Diwajibkan Punya Helipad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PU dan Perumahan Rakyat (PUPR) , Mochamad Basuki Hadimuljono. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Menteri PU dan Perumahan Rakyat (PUPR) , Mochamad Basuki Hadimuljono. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan menerbitkan beleid tentang kewajiban membangun helipad dan tangga darurat untuk bangunan tinggi. Peraturan menteri yang bakal keluar dalam waktu dekat itu bertujuan untuk memastikan standar keamanan gedung. "Itu penting kalau ada kebakaran," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M. Basuki Hadimuljono kepada Tempo di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2015.

    Basuki mengatakan banyak gedung tidak memiliki helipad dan tangga darurat yang dilengkapi jendela atau saluran udara. Padahal, helipad sangat diperlukan untuk kepentingan evakuasi korban kebakaran. Sedangkan tangga darurat yang baik semestinya memiliki saluran udara bebas.

    Tidak hanya untuk bangunan tinggi seperti apartemen, kewajiban membangun helipad juga berlaku pada bangunan rumah susun. Menurut Basuki, mestinya aturan itu tidak terlalu memberatkan pemilik gedung sebab biaya pembangunan helipad tidak mahal. "Itu hanya soal kontruksi bangunan," katanya. Begitu pula dengan tangga darurat, pengembang hanya tinggal mengubah desain bangunan.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?