Arah Angin Berubah, Bandara Ternate Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara. TEMPO/ Bernard Chaniago

    Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara. TEMPO/ Bernard Chaniago

    TEMPO.CO, Jakarta - Bandara Sultan Baabullah, Ternate, akan kembali ditutup pada pukul 22.00 WIB. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, J.A Barata, mengatakan, bandara ditutup karena arah angin berubah.

    "Angin menyebabkan abu vulkanis bertiup ke arah bandara," kata Barata melalui siaran persnya, Ahad, 19 Juli 2015.

    Karena itu, kata Barata, Kementerian Perhubungan meminta semua pesawat yang hendak menginap di bandara untuk diterbangkan malam ini. "Jika memungkinkan, semua pesawat harus keluar," kata dia.

    Sebelumnya, erupsi gunung Gamalama, Maluku Utara, membuat Bandara Sultan Baabullah, Ternate ditutup sejak Kamis, 16 Juli 2015. Penutupan Bandara Babullah lantaran aktivitas Gunung Gamalama. Kemarin, Gunung Gamalama memicu 15 kali gempa tremor disertai 8 amplitudo. Gunung tersebut juga terus mengeluarkan abu vulkanik.

    Barata belum dapat memastikan sampai kapan bandara akan ditutup. Kemenhub akan terus memantau situasi dan arah angin serta banyaknya abu vulkanis di sekitar bandara sebelum memutuskan untuk membuka kembali aktivitas penerbangan di sana.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.