Binakarya Jadi Emiten ke-11 Tahun Ini, Raup Rp 150 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Refleksi karyawan melintas di layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    Refleksi karyawan melintas di layar elektronik Indeks Harga Saham Gabungan, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 16 Januari 2015. ANTARA/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Binakarya Jaya Abadi Tbk, sebuah perusahaan  properti, menjadi emiten ke-11 di 2015 ini. Binakarya tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode BIKA.

    Presiden Direktur PT Binakarya Jaya Abadi Tbk Budianto Halim mengatakan perusahaannya akan bekerja keras untuk meningkatkan hasil kerja. "Hanya dengan cara itu kami bisa membayar kepercayaan investor," kata dia di BEI, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2015.

    Direktur Penilaian BEI Syamsul Hidayat meminta Binakarya lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Dengan begitu, dia meneruskan, pertumbuhan perekonomian nasional akan terdorong. "Bisa menjadi stimulus," ujar Syamsul.

    Binakarya melepas 150 juta lembar saham. Dari hasil pencatatan perdana, Binakarya mengantongi dana sebesar Rp 150 miliar. Rencananya, 40 persen digunakan sebagai belanja modal, 45.02 persen untuk melunasi utang, dan 14.98 persen buat modal kerja.

    Binakarya tengah fokus menggarap enam proyek apartemen, tiga proyek residensial, dan 11 proyek komersial. Binakarya juga memiliki pengembangan lahan seluas 689.625 meter persegi dengan land bank seluas 369.524 meter persegi.

    SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).