Volume EksporTimah Naik Kedua Kalinya Capai 32,90%

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Industri timah.  REUTERS/Dwi Sadmoko

    Industri timah. REUTERS/Dwi Sadmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Volume ekspor timah kembali naik dalam jumlah yang cukup besar untuk kali kedua setelah pemerintah mengeluarkan revisi aturan timah pada pertengahan Mei lalu. Di sisi lain, harga komoditas tersebut terus mengalami penurunan.

    Data laporan surveyor dari PT. Sucofindo dan PT Surveyor Indonesia yang didapatkan dari Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa volume ekspor timah selama Juni 2015 mencapai 8.336,70 ton atau naik 32,90% dibanding Mei yang mencapai 6.262,75. Kenaikan tersebut bahkan lebih tinggi dibanding kenaikan Mei yang naik 23,49% dibanding April.

    Sedangkan nilai ekspor pada Juni 2015 mencapai US$129,53 atau naik 27,02% dibanding nilai ekspor Mei 2015 sebesar US$102,16 juta. Dari angka tersebut, rata-rata harga timah pada Juni hanya mencapai US$15.565/ton, atau lebih rendah dibanding rata-rata harga bulan sebelumnya US$/16312/ton.

    Ketua Umum Ketua Asosiasi Eksportir Timah Indonesia Jabin Sufianto mengatakan, lonjakan ekspor pada bulan Juni tersebut sebenarnya sudah bisa diprediksi, terutama setelah adanya revisi aturan timah melalui Permendag Nomor 33/ M-Dag/PER/5/2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44/M-Dag/Per/7/2014 tentang Ketentuan Ekspor Timah.

    “Memang sudah biasa begitu. Setelah ada moratorium atau pembatasan, biasanya volume ekspor cenderung naik. Makanya saya kan bilang kalau memang Indonesia niat menjadi price leader, harus ada nasional stockpile,” kata Jabin.

    Menurutnya, penurunan volume ekspor baru akan mulai terlihat setelah Permendag baru tersebut mulai berlaku pada 1 Agustus mendatang. Sedangkan pada Juli ini, menurutnya volume ekspor, khususnya dari pihak swasta, kurang lebih akan sama besar dengan bulan Juni.

    BISNIS.COM

     

     

     


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.