Masyarakat Antusias Menukarkan Uang Recehan di Monas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bank menunjukkan empat pecahan uang pecahan kertas lama, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta (27/12).  Empat pecahan uang kertas tahun emisi 1998 dan 1999 ini sudah tidak berlaku, dan hak penukaran uang rupiah tersebut tidak berlaku lagi setelah sepuluh tahun mendatang.  TEMPO/Imam Sukamto

    Petugas bank menunjukkan empat pecahan uang pecahan kertas lama, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta (27/12). Empat pecahan uang kertas tahun emisi 1998 dan 1999 ini sudah tidak berlaku, dan hak penukaran uang rupiah tersebut tidak berlaku lagi setelah sepuluh tahun mendatang. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Ibu Kota yang ingin menukarkan pecahan uang baru untuk Ramadan dan Lebaran bisa datang ke gerai penukaran uang Bank Indonesia. Salah satunya di Lapangan IRTI Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Bank Indonesia menyelenggarakan penukaran uang di sana pada 17 Juni-15 Juli 2015 dari pukul 08.30 hingga 14.00.

    Menurut pantauan Tempo, pada Senin, 6 Juli 2015, masyarakat terlihat antusias mengantre. Mereka membawa sejumlah uang untuk ditukarkan dengan pecahan uang kecil baru. Penukaran uang menjadi ritual bagi masyarakat Indonesia menjelang hari raya Lebaran. Uang itu digunakan untuk memberi "tunjangan hari raya" kepada anak-anak.

    "Ya, kita kan tujuannya nanti pas Lebaran bisa bagi-bagi duit baru ke anak-anak. Biar nominalnya kecil, yang penting duitnya pecahan baru, anak-anak senang," ujar Fajar, 44 tahun, ibu rumah tangga dari Cilincing, Jakarta Utara.

    Fajar, yang antre sejak tengah hari, mengaku menukarkan uangnya di Monas karena bank tempat ia menabung, Bank Mandiri Syariah, belum melayani penukaran uang Lebaran.

    Selain Bank Mandiri Syariah, terdapat 13 bank yang menyediakan mobil penukaran uang, yaitu BNI, BCA, BTN, BRI, Mandiri, Muamalat, Bank BJB, Permata Bank, BII Maybank, Bank DKI, BNI Syariah, Bank Mega, dan CIMB Niaga.

    Fajar mengaku cukup senang layanan penukaran uang disediakan di Monas dan berjalan dengan tertib. Informasi mengenai kegiatan tersebut ia dapatkan dari Internet dengan mudah.

    Hal yang sama dirasakan Susilo, 50 tahun, yang mengetahui sosialisasi dari Bank Indonesia melalui Internet. Meskipun lama mengantre, Susilo, yang datang dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengaku proses penukaran uang cukup mudah, yakni tinggal menunjukkan kartu tanda penduduk.

    Namun ia berharap pada penyelenggaraan tahun depan jam pelayanan diperpanjang hingga sore hari. “Saya rasa lebih baik kalau sampai sore, karena antrean lumayan panjang. Jadi biar terlayani semua, tidak perlu antre dari pagi," kata Susilo.

    NIBRAS NADA NAILUFAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.