Lebaran, Tarif Angkutan Darat Kaltim Tak Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang melihat daftar harga tiket tujuan Jawa dan Sumatra di Terminal Rawamangun, Jakarta, Jumat (4/9). Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 6.100 armada bus untuk arus mudik lebaran tahun ini. Foto: TEMPO/Tony Hartawan

    Calon penumpang melihat daftar harga tiket tujuan Jawa dan Sumatra di Terminal Rawamangun, Jakarta, Jumat (4/9). Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 6.100 armada bus untuk arus mudik lebaran tahun ini. Foto: TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kalimantan Timur mengklaim tidak akan ada kenaikan harga tiket angkutan darat untuk semua rute selama mudik Lebaran tahun ini.

    “Kalau kami naikkan harga, orang-orang semakin enggak mau naik angkutan darat. Harga normal saja orang jarang naik, apalagi dinaikkan,” tutur Ketua Organda Kaltim Ambo Dalle, Selasa, 23 Juni 2015.

    Dia bahkan sempat berencana menurunkan tarif angkutan darat untuk menarik minat penumpang. Namun rencana itu tak ia lakukan mengingat okupansi penumpang yang tengah menurun pada hari-hari normal.

    Apabila tarif angkutan kendaraan diturunkan dengan okupansi penumpang yang tak memenuhi standar, biaya operasional kendaraan tak dapat tertutupi.

    “Hari-hari normal okupansi penumpang hanya 40 persen, padahal standarnya 60 persen. Jadi ini mudik Lebaran kami prediksikan paling maksimal kepadatan penumpang mencapai 80 persen,” ujarnya.

    Ambo berpendapat menurunnya okupansi penumpang pada hari-hari normal disebabkan oleh masyarakat yang mulai menggunakan kendaraan untuk bepergian antarkabupaten ataupun antarprovinsi.

    “Untuk jarak dekat seperti Samarinda-Balikpapan saja saat ini sudah banyak yang menggunakan motor pribadi atau ramai-ramai menggunakan mobil. Jadi sudah jarang yang menggunakan bus,” ucapnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.