Menhub Bahas Penyesuaian Tarif Angkutan Umum dengan Gugus Tugas

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif Corona pada 14 Maret lalu. Kabar tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno atas izin keluarga pada Sabtu malam, 14 Maret 2020. Budi Karya merupakan pejabat tinggi Indonesia pertama yang terinfeksi virus Corona. instagram.com/sekretariat.kabinet

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dinyatakan positif Corona pada 14 Maret lalu. Kabar tersebut disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno atas izin keluarga pada Sabtu malam, 14 Maret 2020. Budi Karya merupakan pejabat tinggi Indonesia pertama yang terinfeksi virus Corona. instagram.com/sekretariat.kabinet

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan atau Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan tengah membahas penyesuaian tarif transportasi umum di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

    "Tidak mungkin Kemenhub sendiri, karena secara hirarki ada Gugus Tugas. Jadi saya bahas tarif dan data transportasi (dengan Gugus Tugas)," tuturnya dalam webinar yang digelar oleh Binus University, Selasa, 16 Juni 2020.

    Budi Karya menerangkan, Kementeriannya sedang mencoba memetakan persoalan-persoalan yang dialami operator transportasi di masa pandemi. Salah satunya terkait amblasnya okupansi yang berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis perusahaan.

    Dia mencontohkan, okupansi penumpang angkutan udara saat ini baru mencapai 10 persen meski pemerintah telah menaikkan kapasitas angkut armada menjadi maksimal 70 persen. Angka yang sama terjadi untuk angkutna kereta api.

    Sementara itu, angkutan perkotaan baru mendekati 30 persen. "Ini fakta yang harus ditinjau bersama-sama bagaimana supaya ada solusi, namun kita tetap harus meperhatikan protokol kesehatan," ucapnya. Budi Karya melanjutkan, dengan kondisi ini, perlu dipikirkan adanya keseimbangan antaa tarif dan okupansi.

    Adapun Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra dalam kesempatan yang sama menyatakan pihaknya belum memutuskan akan menaikkan ongkos tiket. Sebab, kebijakan ini harus lebih dulu memperoleh restu dari masyarakat.

    "Kalau masyarakat sepakat naik, ya kita akan naikkin sedikit. Tapi kalau kemudian penolakan terlalu besar, kami juga tidak ingin itu terjadi," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.