Produk Kulit Asli Garut Ramaikan Jakarta Fair

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengunjung memadati area Jakarta Fair Kemayoran 2015 di Jakarta, 30 Mei 2015. Jakarta Fair Kemayoran dimeriahkan 2.700 perusahaan peserta pameran yang tergabung dalam 1.500 stand dengan target kunjungan 5 juta orang dan target transaksi Rp 5 triliun. ANTARA/Vitalis Yogi Trisna

    Para pengunjung memadati area Jakarta Fair Kemayoran 2015 di Jakarta, 30 Mei 2015. Jakarta Fair Kemayoran dimeriahkan 2.700 perusahaan peserta pameran yang tergabung dalam 1.500 stand dengan target kunjungan 5 juta orang dan target transaksi Rp 5 triliun. ANTARA/Vitalis Yogi Trisna

    TEMPO.COJakarta - Pameran multiproduk terbesar Jakarta Fair Kemayoran (JFK) tak hanya diisi produk-produk bermerek multinasional, tapi juga produk usaha kecil-menengah (UKM), seperti beragam produk berbahan kulit asli Garut, Jawa Barat, yang dijual di sebuah stan.

    Stan tersebut menyediakan produk berbahan kulit domba dan sapi, antara lain jaket, dompet, tas, sepatu, topi dan gelang, dengan bahan 100 persen kulit asli dengan kualitas terbaik.

    Pemilik stan ini, Nendah Rosawati, mengatakan produknya berasal dari industri rumahan yang telah dibesut sejak beberapa tahun silam serta menggandeng UKM-UKM yang ada di Garut.

    "Ini semua buatan kami sendiri, bukan pabrik, jadi limited modelnya. Karyawan saya ada sepuluh pengrajin untuk membuat jaket dan lain-lainnya. Produk lain juga ada yang diambil dari pengrajin UKM dari sekitar Garut," ucap Nendah, seperti dikutip dari siaran pers Media Center JKF yang diterima di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2015.

    Harga produk yang dibanderol juga bervariatif, mulai Rp 100 ribu, seperti sendal dan sepatu, hingga yang termahal Rp 1,5 juta untuk jaket kulit. Nendah menuturkan produk yang terjual cukup merata. Dari pakaian hingga pernak-pernik, seperti gelang, gantungan kunci, dan gesper. Dia juga menjual semprotan khusus dan memberikan edukasi bagaimana merawat produk berbahan kulit asli agar lebih awet.

    Adapun untuk omzet, Nendah mengungkapkan, hingga Sabtu kemarin, dia sudah mengantongi Rp 71 juta. "Omzet yang paling besar itu pada hari libur Selasa kemarin (9 Juni 2015). Seharian itu bisa terjual Rp 19 juta," tuturnya.

    Nendah telah mengikuti JFK selama delapan kali berturut-turut. Tahun lalu, total omzet yang diraupnya mencapai Rp 310 juta. Dia berharap total omzet yang diraih tahun ini bisa lebih besar.

    "Targetnya harus lebih dari tahun lalu, karena tahun ini waktu penyelenggaraannya lebih lama, 38 hari," katanya.

    Para pelaku UKM di JFK tahun ini mendapatkan lokasi yang lebih luas yang berada di area baru, yakni Hall B3 dan C3, seluas 10 ribu meter persegi.  Hadirnya UKM tentunya melengkapi deretan produk-produk berkualitas yang dijual dengan promo-promo menarik.

    ANTARA


  • PRJ
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.