Miris Saat MEA Impor Membludak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan bongkar muat beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (26/6). Harga beras kualitas sedang mengalami kenaikan harga antara Rp 600-700 per kilogram. Sedangkan beras kualitas baik kenaikan hingga Rp 1000 per kilogram. TEMPO/Subekti

    Pekerja melakukan bongkar muat beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (26/6). Harga beras kualitas sedang mengalami kenaikan harga antara Rp 600-700 per kilogram. Sedangkan beras kualitas baik kenaikan hingga Rp 1000 per kilogram. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau mengkhawatirkan Provinsi Riau akan mengalami fenomena lonjakan impor berlebihan saat dilaksanakannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

    Wakil Ketua Kadin Riau Bidang Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah dan Kerja Sama Internasional Viator Butarbutar mengatakan bahwa tanda-tanda lonjakan impor itu sudah terlihat. Pasalnya, banyak pelabuhan tikus berporasi di Pekanbaru, Dumai, Bengkalis dan Siak yang menjadi tempat masuknya barang impor ilegal.

    “Belum masuk MEA, impor Riau saja susah dikontrol. Karena banyak barang impor ilegal masuk melalui pelabuhan tikus. Bagaimana kalau perdagangan bebas saat MEA nanti. Tentu lonjakan impor bisa berlebihan,” katanya kepada Bisnis, Selasa (9 Juni 2015).

    Kadin beserta Komisi Perlindungan Perdagangan Indonesia (KPPI) dan World Trade Organisation (WTO) akan melakukan proteksi kepada komoditas-komoditas untuk menjaga impor tetap stabil.

    Hal itu juga berguna untuk menjaga keberlangsungan dan pertumbuhan usaha lokal.

    Viator belum bisa menjelaskan komoditas mana saja yang menjadi perhatian.

    Pihaknya kini mengawasi komoditas-komoditas apa saja yang perlu diproteksi nantinya.

    “Memang, sudah ada regulasi internasional yang mengatur perdagangan bebas MEA itu. Namun, tetap saja harus diawasi. Konsumen dan pelaku usaha juga harus ikut menstabilkan kelonjakan impor saat MEA nanti,” jelasnya.

    Terlebih dahulu, KPPI dan Kadin akan menggelar sosialisasi kepada pelaku usaha dan konsumen di Pekanbaru.

    Acara sosialisasi itu akan dihadiri masyarakat Pekanbaru, KPPI dan Kadin akan memberikan konsultasi one on one, Kamis (11 Juni 2015).

    “Masyarakat harus tahu dahulu soal dampak MEA. Kita akan memberikan solusi dan memberikan konsultasi secara one on one. Kita telah mengundang 70 perusahaan,” katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.