Permasalahan Bulog Tak Cukup Hanya Ganti Direktur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.COJakarta - Pergantian sejumlah direksi Bulog dinilai kurang relevan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi lembaga logistik tersebut.

    Direktur Eksekutif Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menilai bahwa permasalahan yang ada di dalam Bulog tidak disebabkan oleh direksinya, melainkan dari kelembagaan Bulog itu sendiri. Menurut dia, dengan kelembagaan seperti saat ini, memang mustahil mencapai target sesuai yang diharapkan.

    “Kerusakan siaran itu bukan di televisi Anda, tapi memang jalur frekuensinya jelek, kira-kira ilustrasinya seperti itu,” ujar Enny.

    Enny justru mempertanyakan kenapa yang dipersoalkan saat ini adalah direksinya. Seharusnya yang diperbaiki adalah kelembagaannya.

    Dengan kelembagaan saat ini, dia melanjutkan, siapa pun yang akan menduduki posisi direktur Bulog tidak akan pernah bisa menjalankan tugasnya, meskipun hanya untuk satu komoditas. Saat ini, untuk pengadaan beras saja, Bulog harus menggunakan dana komersial, meskipun dana komersial itu mendapatkan garansi dari pemerintah.

    Namun, dengan penggunaan dana komersial, minimal akan ada cost—beban yang ditanggung oleh Bulog. Adapun pesaing yang dihadapi untuk melakukan pengadaan mempunyai dana yang besar dan tidak terbatas.

    “Saya tidak tahu apa relevansinya, dan apa yang menyebabkan adanya perubahan level birokrasi atau direksinya. Tetapi seharusnya setiap kebijakan publik, pemilihan, maupun pemberhentian dari kebijakan publik harus jelas indikatornya,” tuturnya.

    Menurut Enny, kendati ada perubahan direksi, tidak ada garansi langkah tersebut akan mempengaruhi kinerja. Alasannya, kinerja organisasi yang modern dan baik diciptakan by system, bukan by person. Dengan demikian, seharusnya siapa pun direksi Bulog, jika sistem tersebut sudah terbangun, pimpinan Bulog tinggal mengikuti sistem yang sudah ada.

    BISNIS.COM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.