Via Jalan Tol, Waktu Tempuh Cikampek-Palimanan Hanya 1,5 Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pengaspalan di jalur pantura Brebes, Jawa Tengah, 30 Mei 2015. Perbaikan jalan di jalur Pantura dilakukan untuk memberi rasa aman dan kenyamanan pengguna jalan saat arus mudik mendatang. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Pekerja melakukan pengaspalan di jalur pantura Brebes, Jawa Tengah, 30 Mei 2015. Perbaikan jalan di jalur Pantura dilakukan untuk memberi rasa aman dan kenyamanan pengguna jalan saat arus mudik mendatang. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.COCirebon – Jalan Tol Cikampek-Palimanan atau Cikapali diklaim hanya menghabiskan waktu tempuh selama satu setengah jam. Sedangkan waktu tempuh melalui jalur Pantai Utara Jawa, menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, bisa mencapai lima jam.

    "Tiga jam 30 menit lebih hemat. Kalau lewat Pantura, itu tidak termasuk dengan macet karena pasar tumpah atau aktivitas lain," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan Perumahan Rakyat Hedyanto W. Husaini saat memantau kesiapan Jalan  Tol Cikapali, Selasa, 2 Juni 2015.

    Cikapali diklaim sebagai jalan tol terpanjang di Indonesia, yang membentang sejauh 116,7 kilometer dari Jawa Barat hingga Jawa Tengah. Jalan tol ini dioperasikan PT Lintas Marga Sedaya, yang juga berperan sebagai kontraktor proyek.

    Tempo berkesempatan memantau langsung kesiapan Jalan Tol Cikapali dari Km 75 hingga 186. Perjalanan dimulai sejak pukul 08.30 dari pintu tol Cikopo dan tiba di pintu tol Palimanan pukul 10.30. Mobil melaju dengan kecepatan 100 kilometer per jam dan sempat berhenti untuk beristirahat selama 30 menit.

    Selama perjalanan, ruas tol didominasi oleh beton, meski ada sebagian yang beraspal. Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono memaklumi hal ini, mengingat panjangnya jalan tol sehingga membutuhkan kombinasi material untuk mempercepat pengerjaan.

    Permukaan jalan tol juga dirasakan tim rata sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan Badan Pengguna Jalan Tol. Tingkat kerataan jalan (international roughness index/IRI) mencapai angka 2 atau kerataan dengan gelombang yang tidak membahayakan.

    Wakil Direktur Utama Lintas Marga Sedaya Hudaya Arriyanto mengklaim jalan tol ini mampu mengalihkan 40 persen beban jalan Pantura, khususnya saat arus mudik. Menjelang Lebaran, lalu lintas di Pantura menyentuh seratus ribu kendaraan per hari. Sedangkan pada hari biasa hanya 40 ribu per hari.

    Basuki menyatakan pembangunan jalan tol tersebut sudah mencapai 99 persen. Finalisasi pengerjaan hanya pada pemasangan rambu dan marka jalan. "Sebelum Ramadan, jalur ini sudah bisa dipakai," kata Basuki.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.