Harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik, BBM Jangan Ikut Naik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Marie E. Pangestu saat sidak kebutuhan bahan pokok di Pasar Kramatjati, Jakarta, Jumat (11/12). Sidak untuk memantau stabilitas harga kebutuhan bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2010. TEMPO/Dinul Mubarok

    Menteri Perdagangan Marie E. Pangestu saat sidak kebutuhan bahan pokok di Pasar Kramatjati, Jakarta, Jumat (11/12). Sidak untuk memantau stabilitas harga kebutuhan bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2010. TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Bandung - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Jawa Barat pada Mei 2015 sebesar 0,41 persen. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan infllasi nasional 0,45 persen.

    Tren inflasi masih terus bertahan tiga bulan terakhir. “Pola-pola kenaikannya mirip dengan pola mendekatai Ramadan dan Idul Fitri, kelompok bahan makanan menyumbang inflasi paling tinggi,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jawa Barat Dody Gunawan Yusuf di Bandung, Senin 1 Juni 2015.

    Doddy mengatakan, kenaikan kelompok bahan makanan paling tinggi untuk daging ayam ras, telur, serta bumbu seperti bawang merah dan cabe. Beruntung harga beras masih belum terlihat berfluktuasi karena sepanjang Mei 2015 masih terhitung deflasi. “Beras potensinya inflasi, mudah-mudahan harganya stabil karena bobotnya cukup tinggi,” kata dia.

    BPS mencatat di seluruh kota di Jawa Barat mengalami inflasi. Kota Cirebon mencatatkan inflasi tertinggi di Jawa Barat menembus 0,68 persen disusul, Kota Depok 0,65 persen, serta Kota Sukabumi 0,47 persen. Inflasi terendah terjadi di Kota Tasikmalaya 0,21 persen, Kota Bandung, 0,28 persen, serta Kota Bogor 0,38 persen.

    Menurut Dody, pemerintah perlu mewaspadai kecenderungan kenaikan harga terjadi menjelang Ramadan. “Kebutuhan masyarakat khusunya sembako, terutama di kelompok bahan makanan perlu dijaga stabilitas harganya,” kata dia. Pemerintah disarankan menjaga pasokan bahan makanan agar tidak terlambata karena pergerakan harga bisa terkerek naik jika distribusi terlambat.

    Dody setuju dengan langkah pemerintah yang masih menahan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. “Jangan sampai ada kenaikan BBM bersubsidi bersamaan dengan pola kenaikan rutin, misalnya di bulan Mei, Juni, Juli. Janganlah nanti akan bertumpuk di situ (inflasinya),” kata dia.

    Dody mengatakan, tren kenaikan harga bahan makanan sudah terlihat sejak pekan ketiga Mei. “Pasokan lokal tidak kurang, hanya kebutuhan konsumen meningkat,” kata dia. Pencacahan yang dilakukan pada awal Juni misalnya sudah menunjukkan tren kenaikan, kecuali beras.

    Khusus beras, tren harganya umumnya masih stabil hingga Mei. “Justru di bulan Juni sampai Oktober yang perlu ada pengendalian lagi,” kata Dody.

    Panen yang masih terjadi pada Mei 2015 masih menekan kenaikan harga beras. Survey BPS untuk harga rata-rata Gabah Kering Panen di Jawa Barat misalnya masih mengalami penurunan 0,16 persen, atau rata-rta Rp 4.246 per kilogram di tingkat petani.

    Sementara harga Gabah Kering Giling di tingkat petani sudah mulai naik 2,03 persen menjadi rata-rata Rp 4.916 per kilogram. Lalu harga beras di penggilingan sepanjang Mei 2015 rata-rata Rp 8.808, turuin 4,85 persen dibandingkan sebulan sebelumnya.

    Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat mencatatkan kenaikan harga daging ayam menembus Rp 4 ribu sepanjang bulan Mei. Pekan pertama Mei 2015 misalnya harga daging ayam masih berkisar Rp 28 ribu per kilogram, di pekan terakhir sudah menembus Rp 32 ribu per kilogram.

    Sementara harga bawang merah yang sempat anjlok hingga Rp 18 ribu per kilogram pada pertengahan Mei 2015, terus merangkak naik hingga saat ini. Harganya pada 1 Juni 2015 sudah menembus Rp 35 ribu per kilogram.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.