Menteri Pertanian: Stok Beras Aman, Tak Perlu Impor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyapa wartawan disela-sela menanam benih padi di persawahan Sumberpucung, Malang, 26 Februari 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyapa wartawan disela-sela menanam benih padi di persawahan Sumberpucung, Malang, 26 Februari 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COBogor - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan stok beras hingga saat ini masih aman. Bahkan stok cukup selama bulan puasa hingga Lebaran mendatang. 

    "Beras kita masih aman hingga Lebaran mendatang, jadi pemerintah tidak perlu impor beras," kata Amran saat melakukan inspeksi mendadak untuk mengecek ketersediaan beras di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu, 20 Mei 2015.

    Menurut Menteri Amran, stok beras di Bulog mencapai 1,3 juta ton. Sementara itu, 800 ribu hektare sawah di beberapa daerah di Indonesia dalam waktu dekat akan menjalani panen. "Jadi, insya Allah, hingga akhir puasa masih tetap aman," katanya. 

    Amran menambahkan, masih amannya stok beras untuk masyarakat bisa dilihat dari harga beras di pasaran yang masih relatif terjangkau. "Bahkan harga gabah masih di bawah harga pokok produksi. " 

    Dalam sidak tersebut, Amran mengatakan masih ada pedagang yang menjual beras di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). "Harga berdasarkan HPP ditentukan sebesar Rp 7.300, tapi di Pasar Cibinong masih ada pedagang yang menjual dengan harga Rp 7.200 atau di bawah HPP," katanya.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.