Luhut Yakin Ekonomi Indonesia Capai 5,3 Persen di Akhir 2015  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan optimistis perekonomian Indonesia dapat tumbuh mencapai 5,2 persen hingga 5,3 persen di akhir APBN 2015.

    "Saya yakin di akhir APBN 2015, pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai 5,3 persen dan itu akan terjadi ketika anggaran bisa terserap lebih banyak," kata Luhut seusai memberi kuliah umum di gedung Soetardjo Universitas Jember (Unej), Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin sore.

    Kuliah umum berjudul Fokus Pemerintahan Presiden Jokowi 2014-2019 tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dan para undangan dari civitas akademika Unej.

    Menurut dia, sejumlah faktor yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi antara lain perbaikan infrastruktur, swasembada, dan ketahanan pangan, serta kemandirian energi.

    "Infrastruktur di Indonesia saat ini tidak bagus dan menelan biaya produksi yang sangat besar, sehingga pemerintah terus mendorong perbaikan airport, seaport, jalan, dan perbaikan infrastruktur transportasi lainnya," tuturnya.

    Kalau infrastruktur bagus, lanjut dia, bisa memangkas biaya produksi, “Namun saya tidak hafal angka kontribusinya, tetapi hal itu akan menyumbang banyak dalam pertumbuhan ekonomi.”

    "Selain infrastruktur, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla juga berkonsentrasi kepada ketersediaan pangan, setidaknya untuk sembilan bahan pokok di Indonesia," ucap mantan Dubes RI di Singapura itu.

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia, kata dia, akan terus tumbuh jika ditopang oleh tiga hal besar yakni stabilitas politik, penyerapan anggaran, dan menteri yang bekerja dengan optimal.

    "Melalui tiga hal itu, saya yakin ekonomi kita akan terus tumbuh," ucap mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan itu.

    Luhut juga menyampaikan adanya informasi akan terjadinya badai El Nino, tapi pemerintah memang belum mendapatkan pengumuman resmi dari BMKG terkait dengan ada atau tidaknya El Nino di Indonesia.

    "Argentina ada, kita juga memantau laporan cuaca dari Amerika. Namun kita harus antisipasi El Nino itu, termasuk untuk kontijensi ketersediaan pangan dan mengantisipasi gagal panen," katanya.

    Selain memberikan kuliah umum, Kepala Staf Kepresidenan itu juga meluncurkan Tebu Transgenik dan Unej sebagai pusat penelitian singkong.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.