Harga Pertamax Turun Bulan Depan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah stasiun pengisian BBM tutup di Tacloban, Filipina, Jumat, 5 Desember 2014. Warga bersiap menghadapi kedatangan badai Hagupit yang akan datang Sabtu sore. REUTERS/Rowel Montes

    Sebuah stasiun pengisian BBM tutup di Tacloban, Filipina, Jumat, 5 Desember 2014. Warga bersiap menghadapi kedatangan badai Hagupit yang akan datang Sabtu sore. REUTERS/Rowel Montes

    TEMPO.CO , Jakarta: Turunnya harga minyak dunia, ikut menurunkan harga bahan bakar minyak, termasuk Pertamax. Untuk itu, menurut Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang, pihaknya akan memangkas harga jual Pertamax.

    Kebijakan itu akan berlaku mulai Januari 2015. "Januari kami akan menurunkan lagi harganya Rp 300 per liter," kata Ahmad di Bandung, Senin 29 Desember 2014. Saat ini harga Pertamax per liter adalah Rp 9.950. (Baca : Premium Disetop, Apa Dampaknya bagi Mobil Mewah?)

    Ahmad mengatakan, turunnya harga minyak dunia tidak otomatis menurunkan harga penjualan di dalam negeri. "Harga minyak dunia itu di luar negeri, di sana, bahwa saat di impor ke Indonesia, ada ongkos angkutan," kata dia. (Baca : BPH Migas: BBM Bersubsidi Tinggal 800 Ribu Kiloliter)

    Khusus soal Premium, dia mengakui, harga produksi di kilang Pertamina mahal. "Betul. Lebih mahal karena kilang itu tua," kata Ahmad.

    Setelah kenaikan harga Premium, perbedaan dengan Pertamax tak terlalu besar. Saat in harga Premium adalah Rp 8.500 pre liter.

    Menurut Ahmad. pasca naiknya harga BBM bersubsidi, konsumsi Pertamax juga naik. "Tiap daerah berbeda, kalau Jabodetabek itu meningkat 3 kali lipat," kata dia.

    AHMAD FIKRI

    Terpopuler
    Lima Teori Hilangnya Pesawat AirAsia
    Tak Baca Email, 10 Penumpang AirAsia Batal Terbang
    Pelaut Ini Mengaku Lihat Pesawat Mirip AirAsia
    AirAsia Hilang, Nelayan Ini Dengar Ledakan di Belitung
    Rumor AirAsia Ditemukan, Apa Kata Angkasa Pura I?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.