Menteri Susi Lindungi Kapal Vietnam dari Badai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua TNI AL berjaga saat tim Kopaska menenggelamkan Kapal Ikan berbendera Vietnam di Perairan Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau, 5 Desember 2014. Tiga kapal ikan asing tersebut ditenggelamkan dengan cara dibom karena mencuri ikan di Indonesia. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Dua TNI AL berjaga saat tim Kopaska menenggelamkan Kapal Ikan berbendera Vietnam di Perairan Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau, 5 Desember 2014. Tiga kapal ikan asing tersebut ditenggelamkan dengan cara dibom karena mencuri ikan di Indonesia. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan telah menerima 1.928 kapal nelayan asal Vietnam untuk berlindung di perairan Indonesia. Menurut Susi, kapal-kapal itu dilindungi pemerintah Indonesia karena sebelumnya diserang badai.

    Kini, kata Susi, kapal-kapal itu berada di sekitar Kepulauan Natuna, Riau. Kapal-kapal tersebut membawa 13.399 awak kapal. "Saya tekankan, kapal nelayan Vietnam itu tidak ada kaitannya dengan illegal fishing," kata Susi di kantornya, Kamis, 18 Desember 2014. (Baca: Lagi, Menteri Susi Bidik 13 Kapal Asing Ilegal)

    Menurut Susi, permintaan untuk melindungi kapal tersebut disampaikan oleh pemerintah Vietnam melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Min City. "Hari ini saya menerima surat permohonannya," kata Susi. Susi mengatakan keterangan dari Southern Hydrometeorology Station menyebutkan akan ada serangan badai pada level 8-9 atau berkekuatan 68-99 kilometer per jam.

    Dalam kesempatan yang sama, Susi mengatakan telah melacak 13 kapal ikan ilegal di perairan Indonesia. Menurut Susi, ada empat kapal berbendera Taiwan yang terlacak yakni Goang Shing Lih NO 6, Shin Jyi Chyuu NO 36, Jin Yu Cheng, dan Yi Feng NO 682. Ada juga kapal Cina yang terdeteksi yakni Zhen Yuan Yu 805, Zhen Yuan Yu 817, Zhen Yuan Yu 808, Zhen Yuan Yu 818, Ju Rong Yu 6, Zhen Yuan Yu 809, Zhen Yuan Yu 819, dan Fu Yuan Yu 383.

    Kapal-kapal itu dilacak Menteri Susi melalui Satelit Automatic Identification System (AIS). Susi menjelaskan kapal-kapal yang terpantau oleh Satelit AIS diperkirakan berbobot di atas 300 gross tonnage (GT). Sebab, kata Susi, Satelit AIS itu cuma menangkap citra kapal-kapal besar dengan bobot di atas 300 GT. "Kapal dengan ukuran di bawahnya tidak tak terlacak," ujar Susi.

    TRI SUSANTO SETIAWAN

    Berita Terpopuler
    Tertinggal Pesawat, Dhani: Pilot Garuda Kampret
    JK Ketua Umum PMI, Titiek: Saya Tetap Menang
    JK Walk Out, Titiek: Ngambek atau Mau Bobok?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Nyoblos di Saat Pandemi, Pilkada Berlangsung pada 9 Desember 2020

    Setelah tertunda karena wabah Covid-19, KPU, pemerintah, dan DPR memutuskan akan menyelenggarakan Pilkada 2020 pada 9 Desember di tahun sama.